Rabu, 23 April 2025

BONUS DEMOGRAFI

 

Bonus Demografi

Bonus demografi adalah usia produktif disuatu negara atau usia siap kerja (usia 15 – 64 tahun) lebih banyak daripada usia non produktif (usia dibawah 15 tahun dan 64 tahun ke atas). Artinya lebih banyak yang naggung beban daripada yang ditanggung. Bonus demografi ini adalah suatu anugerah, yang mana tidak semua negara punya hal semacam ini, oleh sebab itu dinamakan bonus / anugerah.

Bonus demografi ini terjadi akibat penurunan angka kelahiran dan kematian, yang mengurangi rasio ketergantungan. Hal ini menciptakan peluang untuk pertumbuhan ekonomi yang signifikan, asalkan didukung oleh kebijakan yang tepat. Ditangan pemerintah dan kebijakan yang tepat, Bonus demografi ini bisa membuat perekonomian suatu negara bertumbuh lebih cepat dan menjadi negara maju.

Menurut Fery Irwandi (seorang content creator), negara – negara semacam Jepang dan Korea bisa menukar apapun yang mereka punya asal bisa punya bonus demografi ini. Yang tidak lain tujuannya agar tidak punah. Seperti yang kita tahu, bahwa Jepang dan Korea adalah Negara maju yang sedang menghadapi berbagai masalah dan mereka sudah melakukan berbagai macam cara agar supaya mendapatkan hal semacam ini.

 

Negara – Negara yang sudah mengalami bonus demografi

1.      Jepang

Berdasarkan pencarian saya di google, Jepang pernah mengalami era bonus demografi sekitar pada tahun 1950. Pemerintah Jepang telah mempersiapkan beberapa strategi untuk menghadapi era bonus demografi, di antaranya adalah perbaikan sektor pendidikan, perbaikan sektor kesehatan, perbaikan sektor ketenagakerjaan, dan penurunan angka pemuda yang non-produktif. Keberhasilan Jepang dalam memanfaatkan bonus demografi membuat Negara tersebut menjadi Negara yang maju hingga saat ini.

Saat ini, Jepang itu mengali Jepang mengalami penurunan populasi dan peningkatan jumlah lansia. Pada tahun 2024, populasi Jepang mencapai 124 juta jiwa, terus menurun dari angka 127 juta jiwa di tahun 2016. Pemerintah Jepang telah melakukan berbagai upaya untuk menarik tenaga kerja asing, termasuk WNI. Beberapa sektor yang kekurangan tenaga kerja adalah konstruksi, manufaktur, pertanian, dan perhotelan.

 

2.      Korea Selatan

Bonus demografi Korea Selatan terjadi pada tahun 1960-an hingga 1990-an, ketika proporsi penduduk usia produktif (15-64 tahun) sangat besar dan jumlah penduduk usia muda relatif kecil. Fenomena ini menjadi pendorong utama industrialisasi cepat dan pertumbuhan ekonomi Korea Selatan, yang berubah dari negara berkembang menjadi salah satu ekonomi terbesar di dunia. 

 

3.      China

Negara lain yang telah mendapatkan mafaatnya dari bonus demografi adalah China. Baru - baru ini, China juga telah merasakan betapa besarnya dampak bonus demografi ini. China disebutkan turut mengalami era bonus demografi pada sekitar tahun 1990an, dan China berhasil memanfaatkan momentum tersebut untuk menjadi negara maju.

Seperti yang kita tahu bahwa dulu itu China Negara yang miskin sekali. Tapi karena mampu memanfaatkan bonus demografi dengan baik, sekarang China menjadi salah satu negara adidaya di dunia dan bahkan bisa head to head dengan Amerika Serikat.

 

4.      India

India mengalami bonus demografi. Hal ini terjadi karena jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) sangat besar dibandingkan dengan penduduk usia non-produktif. Bonus demografi ini memberikan potensi pertumbuhan ekonomi yang signifikan jika dimanfaatkan dengan baik melalui kebijakan yang tepat seperti investasi pada pendidikan, kesehatan, dan pengembangan keterampilan. India memiliki bonus demografi yang besar dan diproyeksikan akan terus meningkat hingga sekitar tahun 2055-2056. 

Berbicara soal teknologi, menurut Ferry Irwandi di channel youtubenya kita bisa lihat betapa maju dan seberapa besar pengaruhnya India pada dunia teknologi di global. Kalau kita ke Silicon Valley misalnya kebanyakan orang India.

 

Walaupun dampaknya jelas dan nyata, tapi banyak pakar dan ekonom yang bilang kalau India dan China ini gagal dalam memanfaatkan potensi bonus demografi ini. Padahal kita tahu dampaknya begitu jelas dan nyata. Coba kita bayangkan bagaimana kalau China dan India ini berhasil memanfaatkan bonus demografi dengan baik, betapa dahsyat pengaruhnya terhadap dunia ini. Gagal saja China sudah bikin AS ketar ketir, bagaimana kalau berhasil.

 

Bagaimana dengan Indonesia

Berdasarkan data yang dilansir oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, jumlah penduduk Indonesia per-Juni 2022 telah mencapai 275.36 juta jiwa, di mana, 190.83 juta jiwa (69.3%) di antaranya masuk ke dalam kategori usia produktif dan 84.53 juta jiwa (30.7%) di antaranya masuk ke dalam kategori usia belum produktif dan tidak produktif.

Dengan komposisi tersebut, maka rasio ketergantungan/beban tanggungan (dependency ratio) dari Indonesia adalah sebesar 44.3%, yang berarti bahwa, setiap 100 penduduk usia produktif ‘menanggung’ sebanyak 44 – 45 jiwa penduduk usia belum produktif atau tidak produktif. Berdasarkan data tersebut, dapat dikatakan bahwa Indonesia saat ini tengah mulai memasuki era bonus demografi, meskipun belum mencapai puncaknya.

Berdasarkan data serta informasi yang dilansir oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) dan Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia diperkirakan akan mencapai puncak dari era bonus demografi pada tahun 2045.

Dalam laporan Proyeksi Penduduk Indonesia 2015 – 2045, Kementerian PPN dan BPS memprediksi bahwa jumlah penduduk Indonesia akan mencapai sekitar 318.96 juta jiwa pada tahun 2045, dengan jumlah penduduk usia produktifnya mencapai sekitar 207.99 juta jiwa dan jumlah penduduk usia belum produktif dan tidak produktifnya mencapai 110.97 juta jiwa.

Berdasarkan data tersebut, dependency ratio dari penduduk Indonesia pada tahun 2045 diperkirakan akan mencapai 53.35%, yang berarti bahwa setiap 100 penduduk usia produktif akan ‘menanggung’ sebanyak 53 – 54 jiwa penduduk usia belum produktif atau tidak produktif.

Lagi – lagi, menurut Ferry Irwandi dalam chenel youtube nya, Banyak pakar dan banyak analis, ada satu Negara yang punya potensi yang dapat melebihi India dan China dalam memanfaatkan bonus demografi, karena faktor politik, sistem baseline pendidikan, situasi yang lebih kondusif dan masyarakat yang dianggap lebih bisa memanfaatkan dan mengoptimalkan bonus demografi. Negara tersebut berada di kawasan Asia Tenggara dan di kenal dengan nama INDONESIA.

Bahkan lima atau sepuluh tahun yang lalu di youtbe kita melihat sendiri para bule dan pakar – pakar nge-bahas soal Indonesia. Indonesia itu bakal jadi power house diekonomi duia. Negara yang akan melampau Jepang, Korea dan lain sebagainya. Itu semua bukan hanya sekedar kata – kata atau mencari adsense dengan membahas Indonesia, tapi itu semua ada datanya.

Akan tetapi itu semua tidak serta merta turun dari langit atau berhasil dalam sekejap mata, tapi perlu usaha yang keras untuk mewujudkannya supaya bonus demografi ini tidak menjadi bencana. Dan yang menjadi kunci nya atau peran utama jelas pemerintahan saat ini dan anak muda Indonesia.

Berbicara mengenai anak muda Indonesia, ada ratusan ribu anak muda lulusan luar negeri yang siap berkontribusi, siap memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara ini. Dan banyak diantara meraka itu yang lulusan terbaik. Bahkan kalau kita cari di google ada banyak anak muda yang berprestasi yang mengharumkan nama Indonesia. Salah satu diantaranya adalah Cendikiawan Suryaatmadja.

Cendikiawan Suryaatmadja. Anak muda Indonesia yang akrab dipanggil Diki ini termasuk ke dalam orang-orang jenius karena skor IQ-nya 189. Dengan IQ yang melebihi Albert Einstein tersebut, ia sudah menjadi mahasiswa di University of Waterloo, Kanada dengan jurusan Fisika, saat masih berusia 12 tahun. Jadi, begitu lulus SD, Diki langsung masuk kuliah. Ia lalu berhasil menyelesaikan gelar masternya di usia 17 tahun dan masuk dalam daftar lulusan master termuda dalam sejarah University of Waterloo. Ini adalah aset yang luar biasa yang dimiliki negara ini.

Nah sekarang bagaimana dengan pemerintahnya, Pemerintahnya siap apa tidak? Percaya atau tidak? Ngasih kesempatan atau tidak? Membuka lapangan pekerjaan atau tidak? Memfasilitasi atau tidak? Member insentif atau tidak? Atau memprioritaskan atau tidak? Seperti yang kita ketahui saat ini , masih banyak sekali PR yang dikerjakan oleh pemerintah. Carut marutnya system demokrasi di negeri ini, banyaknya kasus suap menyuap yang muncul diberita, dan berbagai macam masalah lainnya.

Saat ini adalah momen yang plaing krusial dan esensial yang harus dipikirkan adalah waktu sekarang yaitu lima tahun sebelum 2030 terjadi pemerintah berhasil memanfaatkan  bonus demografi atau tidak itu tergantung pemerintahan yang sekarang. Dimasa depan nanti sejarah akan mencatat pemerintahan yang sekarang akankah jadi pemerintahan yang berhasil mewujudkan Indonesia ke mimpinya yaitu menjadi Negara maju dari Negara berkembang. Atau menyia – nyiakan kesempatan ini.menyia – nyiakan bonus demografi yang ada dan menjadikannya sebagai beban.

Jadi kebutuhan pemerintah untuk benar – benar fokus di hal ini bukan Cuma kebutuhan masyarakat, tapi kebutuhan pemerintah. Apalagi menyangkut reputasi pemerintah itu sendiri. Dan itu semua akan tercatat dalam sejarah dan menjadi pembicaraan anak cucu kita nanti. Tentu kita mau pemerintahan yang sekarang adalah pemerintahan yang berhasil mewujudkan Indonesia Emas, bukan sebaliknya. Bukan jadi ratapan anak cucu kita nanti. Andai pemerintahan waktu itu pemerintah benar - benar memanfaatkan bous demografi dengan baik kita sudah jadi negara maju sekarang.

Sumber :

https://www.youtube.com/watch?v=e5gGf--7YtU

https://kumparan.com/max-farrel/jepang-dengan-masalah-demografinya-24L7rdkXJWT

https://www.indonesiare.co.id/id/article/memahami-fenomena-bonus-demografi-dan-pengaruhnya-pada-industri-asuransi-jiwa

https://www.republika.id/posts/52119/kelas-kosong-di-korsel-dan-peluang-bonus-demografi-indonesia#:~:text=Adanya%20kekosongan%20kelas%20yang%20terjadi%20di%20Korea,akan%20mencapai%20203%2C08%20juta%20jiwa%20(BPS%2C%202020).

https://www.cnbcindonesia.com/news/20230529145838-4-441478/bom-waktu-ekonomi-india-harapan-semu-bonus-demografi

https://sinotif.com/15-anak-muda-indonesia-yang-berprestasi-di-bidang-akademik-di-luar-negeri-membanggakan/

 

Senin, 04 September 2023

usaha ekonomi masarakat

Usaha ekonomi masyarakat mengacu pada berbagai aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh individu-individu atau kelompok-kelompok dalam masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mereka dan menghasilkan pendapatan. Ini mencakup beragam aktivitas, mulai dari produksi barang dan jasa hingga pertukaran, distribusi, dan konsumsi. Berikut adalah beberapa contoh usaha ekonomi masyarakat:
  1. Pertanian: Banyak masyarakat di seluruh dunia masih mengandalkan pertanian sebagai sumber utama penghidupan. Mereka dapat menanam tanaman, seperti padi, gandum, sayuran, atau buah-buahan, serta memelihara ternak untuk mendapatkan makanan dan bahan baku.

  2. Industri Kecil: Banyak individu atau kelompok di masyarakat terlibat dalam produksi barang dengan menggunakan keterampilan atau peralatan yang mereka miliki. Contohnya adalah pengrajin, pengrajin tangan, tukang kayu, atau pengrajin tekstil.

  3. Usaha Dagang: Orang-orang dapat berpartisipasi dalam perdagangan, baik melalui toko fisik maupun toko online. Mereka dapat membeli barang dan menjualnya dengan harga yang lebih tinggi untuk menghasilkan keuntungan.

  4. Jasa: Ini mencakup beragam pekerjaan jasa seperti pendidikan, perawatan kesehatan, hiburan, transportasi, dan banyak lagi. Banyak orang bekerja sebagai guru, dokter, pengacara, sopir taksi, atau penyedia layanan lainnya.

  5. Usaha Sosial: Beberapa masyarakat juga terlibat dalam usaha sosial, yang dapat mencakup organisasi nirlaba, kerja sukarela, atau proyek-proyek yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat atau membantu mereka yang membutuhkan.

  6. Investasi dan Keuangan: Orang-orang dapat menginvestasikan uang mereka dalam berbagai aset, seperti saham, obligasi, atau properti, dengan harapan mendapatkan keuntungan. Mereka juga dapat berpartisipasi dalam perbankan dan sektor keuangan lainnya.

  7. Pariwisata: Di daerah-daerah yang memiliki daya tarik wisata, individu dan kelompok dapat terlibat dalam industri pariwisata dengan membuka hotel, restoran, toko suvenir, atau menjadi pemandu wisata.

  8. Teknologi dan Inovasi: Di era digital, banyak orang menghasilkan pendapatan melalui bisnis online, pengembangan aplikasi, dan layanan teknologi lainnya.

  9. Pendidikan: Pendidik dan pelatih juga berperan dalam ekonomi dengan memberikan layanan pendidikan kepada individu-individu yang ingin meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka.

Penting untuk diingat bahwa usaha ekonomi masyarakat dapat beragam dan bergantung pada kebutuhan, keterampilan, dan sumber daya yang tersedia di suatu wilayah atau masyarakat. Usaha-usaha ini merupakan bagian penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan memenuhi kebutuhan masyarakat secara keseluruhan.

 

Jumat, 25 Agustus 2023

PENDIDIKAN DI INDONESIA

Sistem Pendidikan di Indonesia

Sistem pendidikan di Indonesia terdiri dari tiga tingkat utama: pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Berikut adalah gambaran umum tentang masing-masing tingkat:

  1. Pendidikan Dasar: Pendidikan dasar di Indonesia terdiri dari dua jenjang, yaitu Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kurikulum umumnya mencakup mata pelajaran seperti Matematika, Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Ilmu Pengetahuan Sosial. Pendidikan dasar di Indonesia wajib dan gratis selama sembilan tahun.

  2. Pendidikan Menengah: Pendidikan menengah terdiri dari dua jenjang, yaitu Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). SMA lebih fokus pada pendidikan akademis, sementara SMK lebih fokus pada keterampilan praktis yang sesuai dengan bidang tertentu. Siswa di SMA mengikuti ujian nasional untuk memenuhi syarat kelulusan.

  3. Pendidikan Tinggi: Pendidikan tinggi di Indonesia mencakup perguruan tinggi dan universitas. Ada berbagai jenis institusi, termasuk universitas negeri dan swasta. Pendidikan tinggi di Indonesia umumnya terdiri dari program sarjana (S1), program magister (S2), dan program doktor (S3).

Tantangan dalam Pendidikan di Indonesia:

Meskipun ada upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, masih ada beberapa tantangan yang dihadapi, antara lain:

  1. Akses dan Kesenjangan: Akses pendidikan yang merata di seluruh wilayah Indonesia masih menjadi masalah, terutama di daerah pedesaan dan terpencil. Terdapat juga kesenjangan dalam kualitas pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan.

  2. Kualitas Pendidikan: Meskipun ada peningkatan dalam beberapa indikator kualitas pendidikan, masih ada kebutuhan untuk meningkatkan kualitas kurikulum, pengajaran, dan penilaian.

  3. Keterampilan Guru: Ketersediaan guru yang berkualitas dan terlatih menjadi masalah, terutama di daerah-daerah terpencil. Dibutuhkan upaya untuk meningkatkan pelatihan guru dan insentif untuk menarik individu berkualitas ke profesi ini.

  4. Kurangnya Pembiayaan: Pembiayaan pendidikan masih menjadi isu penting. Anggaran pendidikan yang cukup penting untuk memastikan infrastruktur yang memadai dan pelatihan guru yang baik.

  5. Kurangnya Fokus pada Keterampilan: Sistem pendidikan masih cenderung berfokus pada pendidikan akademis daripada keterampilan praktis yang dapat mendukung lapangan pekerjaan.

Harap diingat bahwa informasi di atas mencakup gambaran umum dan mungkin ada perkembangan terbaru.

Pendidikan di Indonesia memiliki sejarah yang panjang dan beragam, mencakup berbagai tingkat pendidikan dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi dan universitas. Berikut adalah beberapa poin umum tentang pendidikan di Indonesia:

  1. Struktur Pendidikan: Sistem pendidikan di Indonesia terdiri dari beberapa tingkat, yaitu pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar (SD/MI), pendidikan menengah pertama (SMP/MTs), pendidikan menengah atas (SMA/SMK/MA), dan pendidikan tinggi (perguruan tinggi dan universitas).

  2. Kurikulum: Kurikulum pendidikan di Indonesia telah mengalami beberapa perubahan sepanjang sejarahnya. Salah satu kurikulum yang paling dikenal adalah Kurikulum 2013 (K-13), yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21 dan pendekatan berbasis kompetensi.

  3. Ujian Nasional: Ujian Nasional (UN) sebelumnya merupakan ujian standar nasional yang diambil oleh siswa di akhir pendidikan menengah. Namun, pada tahun 2021, pemerintah Indonesia mengumumkan penghapusan UN dan menggantinya dengan sistem penilaian yang lebih beragam.

  4. Tantangan: Pendidikan di Indonesia menghadapi beberapa tantangan, termasuk kesenjangan antara pendidikan perkotaan dan pedesaan, akses terhadap pendidikan berkualitas di seluruh wilayah, serta kualitas guru dan fasilitas pendidikan yang tidak merata.

  5. Perguruan Tinggi: Indonesia memiliki berbagai perguruan tinggi dan universitas, baik negeri maupun swasta. Universitas yang terkenal di antaranya Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Gadjah Mada.

  6. Pendidikan Vokasi: Pendidikan vokasi semakin diakui dan berkembang di Indonesia. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menawarkan pendidikan yang lebih praktis dan berorientasi pada keahlian keterampilan tertentu.

  7. Pendidikan Inklusif: Upaya untuk meningkatkan pendidikan inklusif bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus juga telah menjadi fokus, meskipun masih ada banyak tantangan dalam implementasinya.

  8. Pendidikan Tingkat Tinggi: Indonesia memiliki beberapa universitas yang terdaftar di peringkat dunia. Namun, tantangan dalam hal penelitian dan pengembangan juga masih ada.

 

Selasa, 22 Agustus 2023

sejarah pondok pesantren

Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan tradisional di Indonesia yang memiliki peran penting dalam pembentukan karakter, agama, dan budaya masyarakat. Sejarah pondok pesantren dapat dilihat dari perkembangan Islam di Indonesia dan peran pesantren dalam proses penyebaran agama dan pembentukan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Berikut adalah gambaran umum tentang sejarah pondok pesantren:

  1. Awal Mula Penyebaran Islam di Indonesia: Islam pertama kali masuk ke Indonesia melalui para pedagang, ulama, dan penyebar agama dari berbagai daerah di dunia Islam. Mereka membawa ajaran Islam serta pengetahuan agama yang kemudian disampaikan kepada masyarakat di Indonesia.

  2. Masa Penyebaran Awal: Pada awalnya, penyebaran Islam di Indonesia lebih bersifat informal dan melibatkan individual-individual yang menjadi tokoh agama di komunitas mereka. Mereka menyebarkan ajaran Islam secara lisan dan melalui contoh hidup mereka.

  3. Pengembangan Sistem Pendidikan Islam: Pada abad ke-17, dengan datangnya ulama-ulama dari Timur Tengah, terutama Arab dan Persia, mulai terbentuk sistem pendidikan formal yang dikenal dengan istilah "pesantren." Pesantren awalnya berfungsi sebagai tempat pendidikan agama dan pusat pembelajaran Al-Qur'an serta ilmu-ilmu agama Islam.

  4. Perkembangan Lebih Lanjut: Pada abad ke-18 dan ke-19, pesantren semakin berkembang dan menjadi pusat pembelajaran yang lebih terstruktur. Pengajaran di pesantren tidak hanya fokus pada ilmu agama, tetapi juga mencakup ilmu-ilmu lain seperti bahasa Arab, tafsir, hadis, fiqh (hukum Islam), dan sejarah Islam.

  5. Peran dalam Perjuangan Kemerdekaan: Selama masa penjajahan Belanda dan dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, pesantren berperan penting dalam membangkitkan semangat nasionalisme dan perlawanan terhadap penjajah. Banyak ulama pesantren yang aktif dalam pergerakan kemerdekaan dan memberikan pengarahan kepada masyarakat.

  6. Pasca Kemerdekaan: Setelah Indonesia merdeka, pesantren tetap berperan dalam membentuk karakter bangsa. Pemerintah mengakui peran penting pesantren dan mendukung perkembangan pendidikan di lembaga ini. Beberapa pesantren modern mulai mengintegrasikan ilmu pengetahuan umum dalam kurikulumnya.

  7. Peran Sosial dan Keagamaan: Hingga saat ini, pesantren tetap memainkan peran penting dalam memelihara dan mengembangkan kehidupan beragama di masyarakat. Pesantren juga berperan dalam memberikan pendidikan moral, etika, dan karakter kepada para santri (murid pesantren).

  8. Modernisasi Pesantren: Seiring dengan perkembangan zaman, beberapa pesantren juga mengalami modernisasi dalam hal kurikulum dan metode pengajaran. Beberapa pesantren modern menggabungkan pendidikan agama dengan ilmu-ilmu umum dan teknologi.

  9. Ragam Pesantren: Ada berbagai jenis pesantren di Indonesia, dari yang sangat tradisional hingga yang lebih modern. Ada pesantren salafiyah yang menerapkan pendekatan salafi dalam pengajaran, dan ada juga pesantren yang lebih fleksibel dalam pendekatan keagamaan dan pendidikan.

Pondok pesantren tetap menjadi bagian integral dari budaya dan masyarakat Indonesia. Meskipun mengalami evolusi seiring berjalannya waktu, nilai-nilai keagamaan dan tradisi tetap dijunjung tinggi dalam pendidikan yang diberikan oleh pesantren.

Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan Islam tradisional di Indonesia yang memiliki sejarah panjang. Berikut adalah gambaran umum tentang sejarah pondok pesantren:

Awal Mula dan Perkembangan Awal: Pondok pesantren pertama kali muncul di Indonesia pada abad ke-18, sekitar awal abad ke-19. Mereka muncul sebagai respon terhadap keinginan untuk menjaga dan menyebarkan ajaran agama Islam di tengah masyarakat yang mayoritas menganut agama ini. Pada saat itu, kolonialisme Belanda sedang berlangsung, dan pondok pesantren menjadi tempat di mana pengetahuan agama dan budaya Islam dipelajari dan dilestarikan.

Peran dalam Kemerdekaan Indonesia: Selama periode perjuangan kemerdekaan Indonesia, pondok pesantren juga memainkan peran penting. Banyak pemimpin dan pejuang kemerdekaan Indonesia yang berasal dari latar belakang pondok pesantren. Mereka tidak hanya berjuang untuk kemerdekaan politik, tetapi juga memperjuangkan kebebasan beragama dan mempertahankan nilai-nilai Islam dalam konteks perjuangan nasional.

Pentingnya Pendidikan Agama: Pondok pesantren tradisional memiliki fokus utama pada pendidikan agama dan studi Al-Quran. Mereka mengajarkan murid-muridnya tentang ajaran Islam, hukum-hukum Islam, dan tradisi-tradisi keagamaan. Kehidupan di pondok pesantren cenderung sangat disiplin, dengan murid-murid tinggal di pondok dan terlibat dalam rutinitas harian yang ketat, termasuk pembelajaran agama dan tugas-tugas rumah.

Transformasi Modern: Seiring berjalannya waktu, pondok pesantren juga mengalami transformasi. Beberapa pondok pesantren mulai memperluas kurikulum mereka untuk mencakup pelajaran-pelajaran non-agama seperti ilmu pengetahuan umum dan bahasa asing. Ini dilakukan untuk mempersiapkan murid-muridnya menghadapi tantangan dunia modern dan untuk lebih berkontribusi dalam berbagai bidang.

Peran Sosial dan Budaya: Pondok pesantren juga memiliki peran dalam melestarikan budaya lokal dan tradisi Indonesia. Mereka sering menjadi pusat kegiatan keagamaan dan budaya dalam masyarakat setempat, mengadakan acara-acara keagamaan, tampilan seni tradisional, dan kegiatan sosial lainnya.

Diversifikasi: Pada masa kini, pondok pesantren telah mengalami diversifikasi yang signifikan. Ada berbagai jenis pondok pesantren dengan pendekatan dan fokus yang berbeda. Ada yang tetap mempertahankan pendekatan tradisional, sementara yang lain lebih terbuka terhadap perubahan dan memadukan pendidikan agama dengan ilmu pengetahuan modern.

Secara keseluruhan, pondok pesantren memiliki peran yang signifikan dalam sejarah dan perkembangan sosial, agama, dan budaya di Indonesia. Mereka terus beradaptasi dengan perubahan zaman sambil tetap mempertahankan akar tradisional dan nilai-nilai agama dalam pendidikan mereka.

Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan Islam yang memiliki tradisi dan sejarah panjang di Indonesia. Berikut adalah gambaran umum tentang sejarah pondok pesantren:

  1. Awal Mula: Abad ke-18 dan 19 Pondok pesantren pertama kali muncul di Indonesia pada abad ke-18 dan 19. Pondok-pondok ini didirikan oleh ulama-ulama lokal untuk memberikan pendidikan agama kepada masyarakat. Pendidikan yang diberikan di pondok pesantren pada awalnya berfokus pada pemahaman agama Islam dan hafalan Al-Quran.

  2. Pondok Turen (1733): Awal Munculnya Pesantren Pondok Turen, yang didirikan oleh Kyai Haji Abdullah Faqih, dianggap sebagai pondok pesantren pertama di Indonesia. Pondok Turen ini menjadi landasan bagi perkembangan pesantren di masa-masa berikutnya.

  3. Peningkatan Peran Pesantren: Abad ke-20 Pada awal abad ke-20, pesantren mengalami perkembangan pesat dalam hal jumlah dan pengaruh. Mereka menjadi pusat penyebaran Islam dan pusat pendidikan yang penting. Pendidikan di pesantren tidak hanya terbatas pada agama, tetapi juga termasuk ilmu-ilmu keislaman seperti tafsir, hadis, fiqh, dan lainnya.

  4. Peran Pesantren dalam Pergerakan Kemerdekaan Selama periode penjajahan Belanda, banyak pesantren yang menjadi tempat berkumpulnya pemuda-pemuda yang mendukung pergerakan kemerdekaan Indonesia. Para ulama dari pesantren ikut berperan dalam menggalang semangat nasionalisme dan perlawanan terhadap penjajahan.

  5. Pendidikan Modern di Pesantren Pada paruh kedua abad ke-20, banyak pesantren yang mulai menambahkan pendidikan umum modern seperti matematika, ilmu pengetahuan alam, dan bahasa asing ke dalam kurikulum mereka. Hal ini dilakukan untuk mengimbangi perkembangan dunia modern dan meningkatkan relevansi pendidikan pesantren.

  6. Pondok Modern: Abad ke-21 Seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi, beberapa pesantren mulai mengadopsi metode-metode pendidikan modern, termasuk penggunaan teknologi digital. Ini bertujuan untuk mempermudah akses informasi dan membantu pesantren tetap relevan di tengah perubahan zaman.

  7. Pondok Pesantren dan Kehidupan Sosial Pondok pesantren juga memiliki peran penting dalam membentuk sosial dan budaya masyarakat di sekitarnya. Mereka tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai tempat untuk pembinaan moral dan karakter.

Pondok pesantren memiliki sejarah yang kaya dan beragam, serta terus beradaptasi dengan perubahan zaman. Mereka tetap menjadi pusat pendidikan Islam dan kebudayaan di Indonesia, serta berperan dalam membentuk identitas nasional dan menjaga nilai-nilai tradisional.

Senin, 21 Agustus 2023

Peran dan Signifikansi Pondok Pesantren dalam Pendidikan dan Kehidupan Masyarakat



Pendahuluan: Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan tradisional di Indonesia yang telah berkontribusi besar dalam pembentukan karakter dan peningkatan pengetahuan masyarakat. Artikel ini akan membahas peran, sejarah, pendekatan pendidikan, dan dampak sosial Pondok Pesantren dalam konteks masyarakat modern.

I. Sejarah dan Konsep Pondok Pesantren: Pondok Pesantren telah ada sejak zaman penyebaran agama Islam di Indonesia. Mereka didirikan dengan tujuan menyebarkan ajaran Islam dan mendidik para santri (murid) dalam bidang agama, moral, dan ilmu pengetahuan. Konsep utama Pondok Pesantren adalah pembinaan karakter yang kuat berdasarkan nilai-nilai agama dan kepribadian.

II. Pendekatan Pendidikan di Pondok Pesantren: Pendidikan di Pondok Pesantren didasarkan pada metode tradisional yang menekankan interaksi langsung antara guru (kyai) dan santri. Santri tinggal di lingkungan pondok, menjalani kehidupan komunitas yang ketat, dan mengikuti kegiatan agama serta pelajaran formal. Materi pelajaran meliputi ilmu agama, bahasa Arab, ilmu-ilmu keislaman, dan ilmu pengetahuan umum.

III. Peran dan Signifikansi Pondok Pesantren:

  1. Pemeliharaan Warisan Budaya: Pondok Pesantren berperan dalam melestarikan budaya lokal dan nilai-nilai tradisional, termasuk bahasa, adat istiadat, dan seni budaya.

  2. Pembentukan Karakter: Melalui pendidikan moral dan agama yang ketat, Pondok Pesantren membantu membentuk karakter yang baik pada santri, termasuk disiplin, tanggung jawab, dan kejujuran.

  3. Pendidikan Agama yang Mendalam: Pondok Pesantren merupakan pusat pembelajaran agama Islam yang mendalam, memastikan generasi muda memiliki pemahaman yang kuat tentang ajaran agama.

  4. Pengembangan Intelektual: Meskipun fokus pada agama, Pondok Pesantren juga mengajarkan ilmu pengetahuan umum, seperti matematika, sains, dan bahasa, sehingga santri memiliki pengetahuan yang seimbang.

IV. Tantangan dan Peluang:

  1. Modernisasi Pendidikan: Pondok Pesantren perlu mengatasi tantangan dalam mengintegrasikan pembelajaran modern, seperti teknologi dan ilmu pengetahuan terkini, tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisional.

  2. Pemberdayaan Ekonomi: Pengembangan keterampilan praktis dan kewirausahaan dapat membantu santri untuk lebih mandiri secara ekonomi setelah lulus dari Pondok Pesantren.

  3. Hubungan dengan Masyarakat Luas: Penting bagi Pondok Pesantren untuk menjalin hubungan yang positif dan kolaboratif dengan masyarakat serta lembaga pendidikan lainnya.

Kesimpulan: Pondok Pesantren memiliki peran penting dalam pendidikan dan pembentukan karakter masyarakat Indonesia. Meskipun menghadapi beberapa tantangan, nilai-nilai tradisional yang diajarkan oleh Pondok Pesantren masih relevan dalam masyarakat modern. Upaya untuk menggabungkan pendidikan agama yang kuat dengan pengetahuan modern dan keterampilan praktis dapat membantu Pondok Pesantren terus berkembang dan berkontribusi pada pembangunan bangsa.

Sabtu, 19 Agustus 2023

Pendidikan di Pondok Pesantren: Menjaga Tradisi Sambil Beradaptasi dengan Perubahan

Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan tradisional yang memiliki peran penting dalam masyarakat Indonesia. Dengan akar sejarah yang dalam dan beragam, pondok pesantren telah menjaga warisan budaya dan agama sambil beradaptasi dengan perkembangan zaman. Artikel ini akan mengulas peran pondok pesantren dalam pendidikan, tantangan yang dihadapi, dan upaya adaptasi mereka terhadap perubahan modern.

1. Peran Pondok Pesantren dalam Pendidikan

Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan Islam yang berfokus pada pembelajaran agama dan pengembangan karakter. Mereka memiliki pendekatan unik di mana para santri (murid) tinggal bersama di lingkungan yang kaya nilai-nilai spiritual. Pendidikan di pondok pesantren mencakup pembelajaran Al-Quran, hadis, fiqih, aqidah, dan ilmu-ilmu agama lainnya. Selain itu, banyak pondok pesantren juga memberikan pendidikan umum seperti matematika, sains, dan bahasa.

2. Tantangan dalam Era Modern

Meskipun memiliki nilai-nilai yang kuat, pondok pesantren tidak luput dari tantangan dalam menghadapi perubahan zaman. Salah satu tantangan utamanya adalah bagaimana menjaga relevansi pendidikan pesantren di tengah perkembangan teknologi dan informasi. Dalam era digital ini, pesantren perlu menemukan cara untuk mengintegrasikan pendidikan agama dengan keterampilan digital yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

3. Adaptasi dengan Perubahan

Pondok pesantren telah menunjukkan upaya adaptasi dengan perubahan melalui beberapa langkah. Pertama, sejumlah pesantren telah mengembangkan kurikulum yang menggabungkan pembelajaran agama dengan pelajaran-pelajaran STEM (sains, teknologi, rekayasa, matematika) untuk menghasilkan lulusan yang memiliki keseimbangan antara pengetahuan agama dan keterampilan modern.

Kedua, pemanfaatan teknologi menjadi poin penting. Beberapa pondok pesantren telah meluncurkan program pembelajaran online, memungkinkan santri untuk mengakses bahan-bahan pelajaran dan diskusi dengan ustadz secara virtual. Langkah ini membantu mengatasi keterbatasan geografis dan memberikan akses lebih luas terhadap pengetahuan.

4. Melestarikan Nilai-nilai Tradisional

Meskipun melakukan adaptasi, pondok pesantren tetap berkomitmen untuk melestarikan nilai-nilai tradisional. Mereka mengajarkan santri tentang etika, moral, kepemimpinan, dan rasa tanggung jawab kepada masyarakat. Pembelajaran ini tidak hanya berlangsung di kelas, tetapi juga melalui pengalaman hidup sehari-hari di lingkungan pondok pesantren.

5. Kesimpulan

Pondok pesantren tetap memiliki peran penting dalam pendidikan di Indonesia, baik dari segi agama maupun karakter. Melalui upaya adaptasi dengan perubahan dan melestarikan nilai-nilai tradisional, pondok pesantren dapat tetap relevan dalam menghadapi tantangan zaman modern. Keseimbangan antara pembelajaran agama dan keterampilan modern akan menjadi kunci untuk menghasilkan generasi muda yang berdaya saing dan memiliki moral yang kuat.

Pentingnya Pendidikan dalam Pembangunan Masyarakat

Pendidikan telah lama diakui sebagai salah satu pilar utama dalam pembangunan masyarakat. Artikel ini akan membahas mengapa pendidikan memiliki peran penting dalam mengarahkan kemajuan suatu negara dan bagaimana investasi dalam pendidikan dapat berdampak jangka panjang.

1. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia: Pendidikan memberikan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi yang diperlukan oleh individu untuk berkontribusi dalam berbagai bidang. Sumber daya manusia yang berkualitas tinggi akan mendorong inovasi, produktivitas, dan pertumbuhan ekonomi.

2. Mengurangi Ketidaksetaraan Sosial: Pendidikan dapat menjadi sarana untuk mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi. Dengan memberikan akses yang merata ke pendidikan, setiap individu memiliki kesempatan yang lebih adil untuk mencapai potensi penuhnya.

3. Peningkatan Kesadaran dan Tanggung Jawab Masyarakat: Pendidikan membantu masyarakat memahami isu-isu global, sosial, dan lingkungan. Individu yang teredukasi cenderung lebih sadar akan tanggung jawab mereka terhadap lingkungan, kesehatan, dan masalah sosial.

4. Inovasi dan Perkembangan Teknologi: Pendidikan memberikan fondasi untuk inovasi dan perkembangan teknologi. Negara-negara yang menginvestasikan dalam riset dan pendidikan ilmiah umumnya memiliki peluang yang lebih besar untuk maju dalam bidang teknologi dan ilmu pengetahuan.

5. Pemahaman Antarbudaya: Pendidikan memainkan peran penting dalam mempromosikan pemahaman antarbudaya dan toleransi. Dengan memperkenalkan siswa pada berbagai budaya dan pandangan dunia, pendidikan dapat membantu mengurangi konflik dan meningkatkan harmoni sosial.

6. Pemberdayaan Perempuan: Pendidikan memberikan kesempatan bagi perempuan untuk terlibat dalam berbagai sektor, termasuk politik, ekonomi, dan sosial. Dengan memberikan pendidikan yang setara, masyarakat dapat mempromosikan kesetaraan gender dan mengurangi diskriminasi.

7. Pembentukan Kritis Pikiran: Pendidikan tidak hanya tentang menghafal fakta, tetapi juga tentang mengajarkan kemampuan berpikir kritis. Kemampuan ini memungkinkan individu untuk menganalisis informasi, mempertanyakan asumsi, dan membuat keputusan yang lebih baik.

8. Kesiapan Menghadapi Tantangan Masa Depan: Masa depan dunia dipenuhi dengan tantangan kompleks seperti perubahan iklim, teknologi, dan demografi. Pendidikan mempersiapkan generasi mendatang untuk mengatasi tantangan ini dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan.

Kesimpulan: Pendidikan memiliki peran krusial dalam membangun masyarakat yang berbudaya, berinovasi, dan berkelanjutan. Investasi dalam pendidikan adalah investasi dalam masa depan, yang dapat membawa perubahan positif jangka panjang bagi individu, masyarakat, dan negara secara keseluruhan. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan untuk terus berupaya memajukan sistem pendidikan agar dapat memenuhi tuntutan zaman yang terus berubah.

Senin, 14 Agustus 2023

FAKTA TEKNOLOGI

 

Tentu, berikut adalah beberapa fakta menarik tentang teknologi:

  1. Hukum Moore: Pada tahun 1965, Gordon Moore, salah satu pendiri Intel, meramalkan bahwa jumlah transistor dalam sirkuit terpadu akan berlipat ganda setiap 2 tahun. Prediksi ini, yang dikenal sebagai "Hukum Moore," telah terbukti akurat dan menjadi pendorong perkembangan teknologi semikonduktor.

  2. Internet of Things (IoT): Konsep IoT mengacu pada jaringan perangkat fisik, kendaraan, rumah, dan lainnya yang terhubung melalui internet untuk saling berkomunikasi dan berbagi data. Diperkirakan bahwa pada tahun 2025, akan ada sekitar 41 miliar perangkat IoT yang terhubung.

  3. Kecerdasan Buatan (AI): Kecerdasan buatan adalah bidang teknologi yang mengembangkan sistem komputer untuk melakukan tugas yang biasanya memerlukan kecerdasan manusia. AI telah digunakan dalam berbagai bidang, termasuk diagnosa medis, otomasi industri, dan pengenalan suara.

  4. Blockchain: Teknologi blockchain adalah dasar dari mata uang kripto seperti Bitcoin. Ini adalah jaringan terdistribusi yang aman dan transparan, yang mencatat transaksi dalam blok terenkripsi yang saling terhubung.

  5. Kendaraan Otonom: Industri otomotif sedang mengembangkan kendaraan otonom yang dapat mengemudi tanpa campur tangan manusia. Teknologi ini melibatkan penggunaan sensor, kamera, dan sistem pengolahan data untuk mengenali lingkungan sekitar.

  6. Energi Terbarukan: Teknologi energi terbarukan seperti panel surya dan turbin angin telah menjadi lebih efisien dan terjangkau. Mereka berkontribusi pada upaya mengurangi polusi dan ketergantungan pada bahan bakar fosil.

  7. Realitas Virtual dan Augmented Reality: Teknologi ini menciptakan lingkungan virtual atau menggabungkan elemen digital dengan dunia nyata. Mereka digunakan dalam berbagai industri, termasuk game, pelatihan, dan desain.

  8. Pembelajaran Mesin: Salah satu cabang dari kecerdasan buatan, pembelajaran mesin, memungkinkan komputer untuk belajar dari data dan meningkatkan kinerjanya dari waktu ke waktu. Ini digunakan dalam aplikasi seperti rekomendasi produk dan analisis data.

  9. Pemrosesan Bahasa Alami (NLP): NLP adalah bidang AI yang memungkinkan komputer untuk berinteraksi dengan manusia menggunakan bahasa manusia. Ini digunakan dalam aplikasi seperti chatbot dan terjemahan otomatis.

  10. Bioteknologi: Teknologi ini menggabungkan biologi dengan teknik teknologi informasi dan rekayasa untuk menciptakan solusi inovatif dalam bidang kesehatan, pertanian, dan lingkungan.

  11. Kompresi Data: Teknologi kompresi data memungkinkan penyimpanan dan pengiriman data dalam ukuran yang lebih kecil, menghemat ruang penyimpanan dan waktu transfer.

  12. Robotika: Robot semakin terlibat dalam kehidupan kita, dari industri manufaktur hingga layanan kesehatan dan pendidikan.

  13. Teknologi 5G: Jaringan 5G menjanjikan konektivitas super cepat dan keterhubungan yang lebih luas untuk perangkat-perangkat IoT dan aplikasi yang membutuhkan latensi rendah.

  14. Rekayasa Genetika: Teknologi ini memungkinkan manipulasi genetik organisme, memiliki potensi untuk mengobati penyakit genetik dan meningkatkan hasil pertanian.

  15. Kompresi Waktu Quantum: Ilmuwan telah berhasil mengembangkan teknik kompresi waktu dalam konteks mekanika kuantum, meskipun penerapannya masih dalam tahap eksperimental.

Semua fakta di atas hanya menggarisbawahi sebagian kecil dari perkembangan teknologi yang terus berlangsung. Dunia teknologi terus berkembang dan memberikan dampak yang signifikan pada kehidupan kita.

 

Sabtu, 13 Juli 2013

Jokowi Ogah Narsis Lewat Spanduk 'Selamat Berpuasa

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) berupaya menjaga komitmen untuk tidak menampilkan wajahnya di baliho atau spanduk. Pada Ramadan kali ini, Jokowi bahkan tak memasang ucapan “Selamat Menunaikan Ibadah Puasa”.

Jokowi beralasan pemasangan spanduk ataupun baliho seperti itu tidak ada manfaatnya. "Puasa itu yang penting kalau sore buka puasa, kalau pagi sahur. Ngapain harus pasang spanduk. Masak masang wajah kita di bandara, padahal yang dipromosiin pariwisata. Harusnya yang dipasang ya tujuan wisatanya," tutur Jokowi, di Balai Kota Jakarta, Jumat (12/7/2013).

Selain itu, Jokowi mengaku sempat “menyemprot” anak buahnya di jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau dinas yang memasang fotonya di spanduk. Sayangnya, mantan Wali Kota Solo itu enggan menyebutkan dinas apa yang nekat memasang wajahnya tersebut. 

"Sudah pernah, sekali, dinas pasang muka saya di spanduk. Setelah itu, saya marahi. Sekarang enggak ada lagi," kata Jokowi.

Hal sama juga pernah disampaikan Jokowi saat menjadi pembicara dalam acara bulanan Kantor Pajak Wajib Pajak Besar Setu, beberapa waktu lalu. Dalam sambutannya, Jokowi menyarankan agar pegawai Kantor Pelayanan Pajak dapat mengganti pola promosi dengan pemasangan foto-foto di spanduk.  

Ia memberikan contoh, apabila ada informasi yang berhubungan dengan wajib pajak, agar di dalam spanduk atau pamflet informasi pajak tidak memasang foto kepala pajaknya. 

"Pajak juga sama, jangan sampai di spanduk, fotonya kepala pajak. Nanti malah enggak ada yang bayar pajak," kata Jokowi.
#Sumber http://jakarta.okezone.com/read/2013/07/12/500/835934/jokowi-ogah-narsis-lewat-spanduk-selamat-berpuasa

Rabu, 25 Juli 2012

GURUKU INSPIRASIKU
          Menurut pepatah jawa, Guru adalah digugu lan ditiru yang berarti bahwa guru merupakan sosok yang menjadi panutan bagi siswanya, baik dari cara berpakaian, tingkh laku, tutur kata dan lain sebagainya semuanya yang berkaitan tentang guru akan dijadikan panutan oleh siswanya. Guru juga bisa diartikan sebagai orang yang bertanggung jawab dalam merencanakan dan menuntun murid-murid untuk melakukan kegiatan-kegiatan belajar guna mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang diinginkan. Oleh karena itu, seorang guru harus mempunyai sifat dan kepribadian yang baik agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan penuh tanggung jawab.
Tidak  sedikit guru yang menyeleweng (menyimpang) dari tugasnya. Bahkan akhir-akhir ini sering kita dengar baik di tv, maupun dikoran-koran yang memberitakan tentang kebejatan dan kerusakan yang tidak sepantasnya dilakukan oleh seorag guru. Pancabulan, tindak kekerasan, judi bahkan juga ada yang sampai pergi ke komplek-komplek, hal tersebut sungguh sangat disayangkan karena dapat merusak citra sebagai seoarng guru. Entah apa yang ada di dalam fikran mereka sehingga mau melakukan perbuatan bejat tersebut. Tetapi berbeda dengan guru yang satu ini, tutur kata yang lembut sifatnya yang sopan membuat beliau pantas dinobatkan sebagai guru teladan atau guru terbaik diantara guru-guru lainnya di  sekolah SMP Negeri 3 Lempuing Jaya.
SMP Negeri 3 Lempuing Jaya adalah salah satu sekolah favorit di daerahku. Kira-kira pada tahun 1998 sekolah ini pernah masuk sepuluh besar dengan agregat sekolah terbaik dan terbagus Se-Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Dengan siswa yang cukup banyak dan fasilitas yang mendukung serta jumlah tenaga pengajar atau guru yang lebih dari cukup dibanding dengan sekolah-sekolah lainnya membuat sekolah tersebut masuk ke dalam urutan sekolah terbaik dan terbagus.
Saya masuk di sekolah SMP Negeri 3 Lempuing Jaya pada tahun 2003 dan lulus pada tahun 2006. Siswa yang sekolah disitu juga bermacam-macam, ada yang nakal dan yang baik, ada yang pintar ada yang kurang, juga ada yang berbeda agama mulai dari Islam, Kristen, Protestan dan Hindu. Selain ilmu yang didapat,  dari situ saya juga mendapatkan pengalaman yang banyak, mulai dari teman, lingkungan yang berada di sekitar sekolah tersebut dan guru yang pernah mengajar saya.
Dari sekian banyak guru yang masih saya ingat adalah  Pak Muslim. Sesosok nama yang sangat singkat dan tutur katanya yang lembut membuat saya terus mengingatnya. Tidak hanya itu, bahkan semua siswa yang sekolah di situ sudah pasti mengenal beliau, bukan karena pangkat ataupun kekayaan yang dimiliki, melainkan sikapnya yang sopan dan sabar serta tutur kata yang lembut dan cara mengajarannya yang mudah dipahami oleh siswa.
Dengan berbekal ilmu agama yang cukup, Pak Muslim diberi kepercayaan untuk mengajarkan agama Islam kepada para siswanya. Beliau adalah satu-satunya guru agama Islam disekolah tersebut yang mengajar disemua kelas. Selain mengajar Agama, beliau juga merupakan wali kesiswaan pada waktu itu. Meskipun mendapat gelar sebagai wali kesiswaan tetapi beliau tidak pernah bersikap sombong kepada guru-guru lain ataupun kepada para siswanya.
Sabar bukan berarti diremehkan, tetapi beliau juga bersifat tegas kepada para siswanya yang sering membangkang atau melakukan pelanggaran. Bahkan beliau tidak segan-segan untuk menghukum para muridnya yang terbukti melakukan pelanggaran terhadap aturan-aturan yang ada disekolah tersebut. Hal itu terbukti sewaktu saya masih bersetatus sebagai siswa di sekolah tersebut, ketika itu ada sebagian siswa yang merokok di dalam ataupun diluar sekolah tetapi masih memakai atribut sekolah, sebagian siswa yang mengetahuinya melapor ke wali kesiswaan, tidak langsung mempercayainya tetapi beliau membuktikan terlebih dahulu apakah siswa tersebut terbukti melakukannya atau tidak.
Keesokan harinya semua siswa disuruh berkumpul di lapangan, siswa yang melakukan pelanggaran disuruh maju satu-persatu untuk deberi arahan dan diberi hukuman yang sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan yaitu tangan diikat dibelakang serta mulut dimasuki empat sampai lima batang rokok disuruh untuk menghisap tanpa menggunakan tangan sampai habis. “Saya marah dan menghukum kalian bukan karena jengkel, tetapi  karena saya masih sayang kepada kalian, kalau hal ini dibiarkan mau jadi apa kalian semua”. Itulah kata-kata yang dikeluarkan oleh beliau dengan nada menyesal yang masih saya ingat sampai saat ini. Beliau merasa bersalah karena anak didiknya masih ada yang terbukti melakukan pelanggaran dan pelajaran agama yang beliau ajarkan selama ini ternyata belum seratus persen mampu diterapkan oleh anak didiknya. Beliau juga pernah berkata “bagi saya pintar tidak terlalu penting, yang terpenting adalah tingkah laku kalian semua. Percuma punya siswa/siswi pintar kalau kelakuan bejat,  tapi sebaliknya saya akan sangat bangga bila semua siswa-siswa yang ada di sini mempunyai tingkah laku yang baik dan sopan.
Selain kesabaran sebagai seorang guru, cara mengajarkan yang beliau terapkan membuat waktu terasa singkat dan berjalan sangat cepat. Supaya proses belajar mengajar tidak tegang diiringin dengan canda khas beliau yang tidak terlalu berlebihan menjadikan para siswanya  semakin rindu akan pelajaran Agama beliau ajarkan. Dengan kendaraan yang sangat sederhana tidak menyurutkan semangat dan rasa tanggung jawab beliau sebagai seorang guru, apapun yang terjadi selagi tidak sakit beliau akan selalu hadir dan memberikan yang terbaik untuk siswanya, karena mengajar dengan hati yang iklas adalah sesuatu hal yang paling mulia dibandingkan dengan pekerjaan lain.
Itulah profil singkat dari seorang guru yang patut dijadikan contoh oleh para siswanya dan guru-guru lain yang ada di Indonesia. Dengan kendaraan yang minim dari keistimewaan dan semangatnya yang luar biasa serta niat yang tulus menjadi seorang guru membuat saya jadi termotivasi untuk meneruskan perjuangan beliau. Ternyata untuk menjadi seorang guru bukanlah mengejar title (pangkat), mempunyai kendaraan yang bagus ataupun menumpuk uang sebanyak-banyaknya, tetapi yang terpenting adalah mengubah tingkah laku dan cara berfikir siswa menjadi lebih baik. Kunci utama sukses seorang guru adalah mempunyai rasa semangat yang luar biasa serta niat yang tulus tanpa mengharapkan imbalan sesuatu apapun dari profesinya.

BONUS DEMOGRAFI

  Bonus Demografi Bonus demografi adalah usia produktif disuatu negara atau usia siap kerja (usia 15 – 64 tahun) lebih banyak daripada u...