Senin, 23 Juli 2012

Aplikasi Sumber dan Media Pembelajaran dalam Proses Belajar Mengajar


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Sumber Belajar
Sumber belajar yang dipakai dalam dunia pendidikan adalah suatu system yang terdiri dari sekumpulan bahan atau situasi yang dikumpulkan secara sengaja dan dan dimaksudkan agar siswa mampu belajar secara sendiri.
Menurut Ahmad Rohani, sumber belajar (learning resources) adalah segala macam sumber yang ada di luar diri seseorang (peserta didik) dan yang memugkinkan (memudahkan) proses terjadinya belajar.[1] yang rohani. Sumber belajar adalah pengalaman-pengalaman yang ada pada dasrnya sangat luas, yakni seluas kehidupan yang mencakup segala sesuatu yang dapat dialami, yang dapat menimbulkan peristiwa belajar. Maksudnya adalah perubahan tingkah laku kearah yang lebih sesuai dengan tujuanyang telah ditentukan.
Dengan demikian, sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar yang efektif dan efesien dalam usaha pencapaian tujuan instrusional.

B.     Pengertian Media Pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari “medium”, yang secara harfiah berarti “perantara atau pengantar”.  Dengan demikian, media pembelajaran adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran.[2]
Dalam proses belajar mengajar kehadiran media mempunyai arti yang cukup penting. Karena dalam kegiatan tersebut ketidak jelasan bahan yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Kerumitan bahan yang akan disampaikan kepada anak didik dapat disederhanakan dengan bantuan media, Media dapat mewakili.



C.    Aplikasi Sumber dan Media Pembelajaran dalam Proses Belajar Mengajar
1.      Media Papan Tulis
Di tengah makin banyaknya media pendidikan modern dengan berbagai kecanggihannya, seperti proyektor, televisi, ataupun komputer, kehadiran, papan tulis tetap diperlukan. Ruangan kelas tanpa papan tulis pasti akan terasa berbeda sekali, layaknya sayur tanpa garam yang terasa hambar. Begitu pentingnya keberadaan papan tulis, sehingga media yang satu ini tetap ada di ruangan-ruangan kelas sampai sekarang. Sayangnya, sering kali papan tulis yang telah menjadi ikon dari suatu kelas malah sering dibiarkan begitu saja, tidak kita manfaatkan atau mungkin kita sering memanfaatkannya namun hanya sekadar untuk kita isi dengan berbagai coretan-coretan, gambar-gambar, atau kata-kata yang justru malah semakin membingungkan siswa.
Padahal papan tulis jika kita tahu cara menggunakannya, akan sangat membantu kegiatan belajar-mengajar di dalam kelas. Tentunya agar kehadiran papan tulis di ruangan kelas kita ini tidak sisa-sia, maka kita perlu mempelajari beberapa hal yang perlu diperhatikan cara menggunakan media papan tulis yang baik, yaitu sebagai berikut:[3]
a.       Papan tulis diusahakan selalu bersih sebelum dipakai.
b.      Tulisan pada papan tulis hendaknya mudah dibaca.
c.       Kapur tulis dapat diruncingkan atau ditumpulkan sesuai dengan kebutuhan.
d.      Tulisan pada papan tulis hendaknya teratur dan urut, jangan meloncat-loncat agar tidak membingungkan siswa.
e.       Untuk memberikan penjelsan dalam beberapa hal, gunakan kapur berwarna.
f.       Berilah garis bawah untuk kata-kata atau istilah-istilah yang penting
g.      Usahakan pada waktu menulis sedapat mungkin tulisan yang sedang ditulis langsung dapat dilihat oleh peserta didik.
Tersedianya papan tulis dalam ruang kelas belajar sangat membantu guru dalam mengajar. Namun demikian tidak semua guru menyadari bahwa mengajar dengan papan tulis ada etikanya. Berikut ini adalah beberapa tips ketika mengajar dengan menggunakan papan tulis:
a.       Ketika anda sedang menggunakan papan tulis dalam mengajar, jangan berdiri tepat di depan papan tulis, karena hal itu akan merintangi pandangan anak-anak untuk melihat apa yang anda tulis di papan tulis. Berdirilah sedemikian rupa sehingga anda tidak menghalangi pandangan anak-anak.
b.      Gunakan kayu/tongkat penunjuk untuk menunjukkan apa yang anda tulis di papan tulis, karena itulah cara terbaik agar tubuh anda tidak menghalangi pandangan anak ketika melihat tulisan di papan tulis.
c.       Janganlah memenuhi papan dengan tulisan. Terlalu banyak tulisan mengakibatkan papan menjadi tidak menarik dan membingungkan anak-anak. Biarkan sebagian papan kosong secara proporsional, khususnya bagian bawah papan karena anak-anak yang duduk di bagian belakang tidak akan mungkin bisa melihat dengan jelas.
d.      Perhatikan agar tulisan anda cukup besar, dengan bentuk huruf yang tegak, sehingga dapat dibaca jelas. Tidak harus sempurna tetapi yang penting tulisan cukup tebal.
e.       Hapuslah tulisan yang sudah tidak diperlukan. Anak-anak tidak dapat memusatkan perhatian pada banyaknya tulisan yang bercampur aduk dengan tidak teratur.
f.       Jika anda menulis di “white board” (bukan papan tulis kayu yang berwarna hitam), dianjurkan anda memakai pena dengan tinta warna gelap (hitam biru tua), karena akan memberikan kontras yang jelas.
Tentunya agar kehadiran papan tulis di ruangan kelas kita ini tidak sisa-sia, maka kita perlu mempelajari beberapa cara menggunakan papan tulis yang baik. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengoptimalkan penggunaan media papan tulis.[4]
a.       Biasakan mengawali pelajaran dengan keadaan papan tulis bersih.
b.      Topik pelajaran di bagian atas papan tulis dan biarkan untuk bisa terus dilihat oleh siswa selama mungkin, sampai pelajaran kita berakhir.
c.       Sediakan tempat yang kosong di papan tulis agar kita bisa menuliskan kata-kata kunci.
d.      Untuk beberapa mata pelajaran yang sering kali perlu menuliskan perhitungan, maka kita bisa menuliskannya di bagian sudut papan tulis.
e.       Hindarkan memenuhi papan tulis dengan terlalu banyak coretan, garis, gambar yang bisa membuat siswa bingung.
f.       Selalu berdiri di depan apa yang kita tuliskan di papan tulis, karena hal ini akan menghalangi siswa yang akan mencatat apa yang kita tuliskan.
g.      Hapuslah seluruh kata-kata, gambar, bagan di papan tulis yang memang akan kita hapus agar tidak membuat siswa kebingungan.
h.      Pada saat kita menulis di papan tulis biasakanlah untuk tidak menulis sambil berbicara, kita baru berbicara setelah kita selesai menulis.

2.      Media Audio Visual
Langkah–langkah dalam penerapan media audio visual untuk meningkatkan pemahaman dan daya tangkap siswa dalam menyimak materi pelajaran, yaitu sebagai berikut:[5]
a.       Perencanaan secara umum
·         Perencanaan dan kreativitas
Ada dua hal yang berhubungan dan juga tampak berlawanan dalam pengembangan media. Yaitu, Pertama menghendaki prosedur perencanaan yang terstruktur yang membutuhkan pengorganisasian, memperhatikan urutan yang logis, dan integritas terhadap keutuhan pesan. Kedua menghendaki alur ide dan ekspresi yang bebas dan tak terstruktur yang dihasilkan oleh berfikir kreatif dan mengacu pada masalah yang timbul selama pengembangan media berlangsung. Jika kita menghendaki hasil produksi yang efektif sekaligus menarik, maka kedua pola pengembangan tersebut kita butuhkan.
·         Mulai dengan Ide
Kita dapat mulai membuat perencanna dengan ide yang muncul dalam benak kita.Suatu ide mungkin mengindikasikan minat yang kita miliki, tetapi ide yang lebih berguna adalah ide yang berhubungan dengan kebutuhan suatu kelompok siswa, misalnya suatu kelompok lebih membutuhkan keterampilan dari hanya sekedar pengetehuan dan perubahan sikap.
·         Memotivasi, Memberi Informasi atau Mengajarkan Sesuatu
Kita perlu menentukan apakah media yang kita buat bertujuan memotivasi, member informasi atau mengajarkan sesuatu. Berikut adalah hal-hal yang perlu di perhatikan untuk mengembangkan media dengan penekanan pada masing-masing aspek:
1.      Untuk memotivasi. Teknik dramatis dan menghibur dapat digunakan. Hasil yang diinginkan adalah untuk mendorong minat dan menstimuli siswa untuk melakukan sesuatu. Hal ini melibatkan pencariaan tujuan untuk mempengaruhi sikap, nilai, dan emosi.
2.      Untuk memberikan informasi. Media pembelajaran lebih banyak digunakan untuk presentasi sebelum pelajaran dimulai. Isi dan bentuk presentasi bersifat umum, merupakan pendahuluan, overview, laporan atau latar belakang suatu pengetahuan. Boleh juga menggunakan teknik dramatisasi, menghibur dan memotivasi untuk menarik perhatian.
3.      Untuk mengajarkan sesuatu. Selain mempresentasikan informasi keaktifan peserta perlu dipikirkan sehubungan dengan media yang sedang dipresentasika. Materi pembelajaran harus didisain lebih sistematis, psikologis dan memperhatikan prinsip-prinsip belajar dalam rangka mengefektifkan pembelajaran. Akan tetapi perlu diupayakan agar media tersebut tetap menyenangkan dan memberikan pengalaman yang mengasyikkan.
·         Mengembangkan Tujuan
Untuk merencanakan media pembelajaran yang efektif dan pengalaman belajar lainnya, haruslah diketahui secara khusus apa yang akan dipelajari. Kegunaan dari memformulasikan tujuan adalah menyediakan petunjuk yang jelas apa yang harus dimuat dan ke mana arah dari suatu presentasi. Ada tiga kelompok tujuan pembelajaran, yaitu:
1.      Kognitif- berhubungan dengan pengetahuan dan informasi.
2.      Afektif – berhubungan dengan sikap, apresiasi dan nilai.
3.      Psikomotor – berhubungan dengan keterampilan.
·         Mempertimbamgkan Audience
Karakteristik siswa atau audience, yaitu mereka yang akan melihat, menggunakan dan belajar dari media yang kita buat, tidak dapat dipisahkan dari perumusan tujuan yang kiya buat. Karakteristik audience seperti usia, tingkat pendidikan, pengetahuan terhadap subyek, keterampilan, sikap, konteks budaya, perbedaan individual, kesemuanya perlu diperhatiakan dalam membuat tujuan dan topik bahasan. Perimbangan tentang audience ini merupakan hal yang dominan manakala kita mempertimbangkan kompleksitas ide, topik, kosakata, contoh-contoh dan tingkat partisipasi siawa yang di harapkan. Karena daya tangkap siswa berbeda – beda ada yang audiktif (cenderung lebih senang mendengarkan suara) dan ada yang lebih cepat dengan melihat gambar/tampilan sesuatu.
·         Membuat dan memilih video/film/slide dalam sebuah team
Mengerjaka suatu media pembelajaran bersama-sama adalah ide yang sengat baik. Kita dapat berbagai ide, kreativitas, dan keahlian lainnya sehingga media yang kita buat akan lebih efektif, kreatif, dan menarik. Misalnya, dalam pembuatan media audio audio visual, satu kelompok pembuat media dapat terdiri dari ahli disain gambar, ahli efek suara, ahli materi dan ahli penggabungan film.
b.      Perencanaan Teknis
Sebelum dapat megguanakan media audio visual dengan baik dan tepat guna, tentu banyak persiapan yang harus dilakukan diantaranya:
·         Mempersiapkan ruangan yang tertutup sehingga cahaya yang masuk tidak terlalu mengganggu pemutaran media.
·         Mempersiapkan software dan hardware yang akan digunakan dalam menunjang proses pembelajaran.
·         Pastikan software (VCD/DVD) yang digunakan dalam menjelaskan materi, sesuai dan cocok untuk disimak oleh siswa.
·         Guru mempersiapkan pertanyaan – pertanyaan yang berkaitan dengan video dan film yang ditampilkan.
·         Sebelum memulai pastikan juga posisi duduk siswa dalam menyimak/menonton Film/video haruslah nyaman, agar siswa tidak ribut dan menyimak dengan baik.

4.      Media Berbasis Komputer
Berikut ada beberapa petunjuk untuk perwajahan teks media berbasis computer adalah sebagai berikut:[6]
a.       Layar/computer bukanlah halaman, tetapi penayangan yang dinamis yang bergerak berubah dengan perlahan-lahan
b.      Layar tidak boleh terlalu padat bagi beberapa tayangan, atau mulailah dengan sederhana dan pelan-pelan, dan tambahkan hingga mencapai tahap kompleksitas yang diinginkan.
c.       Pilihlah jenis huruf normal, tak berhias, gunakan huruf capital dan huruf kecil, tidak menggunakan huruf capital semua
d.      Gunakan antara tujuh sampai sepuluh per baris karena lebih mudah membaca kalimat pendek dari pada kalimat panjang
e.       Tidak memenggal kata pada akhir baris, tidak memulai paragraf pada baris terakhir dalam satu layar tayangan, tidak mengakhiri paragraf pada baris pertama layar tayang
f.       Jarak dua spasi disarankan untuk tingkat keterbacaan yang lebih baik.
g.      Pilih karakter huruf tertentu untuk judul dan kata-kata kunci, misalnya:
·         Cetak tebal
·         Garis bawah
·         Cetak mirig
h.      Teks diberi kotak apabila teks itu berada bersama-sama dengan grafik atau representasi visual lainnya pada layar tayang yang sama
i.        Konsisten dengan gaya dan format yang dipilih.
Ada beberapa pemakaian computer dalam media pembelajaran, yaitu sebagai berikut:[7]
a.       Untuk Tujuan Kognitif
b.      Untuk Tujuan Psikomotor
c.       Untuk Tujuan Afektif
Adapun perangkat yang dibutuhkan dalam membuat pembelajaran berbasis computer yaitu:
a.       Perangkat Keras (Hardware)
b.      Perangkat Lunak (Software)
c.       Brainware

5.      Media OHP
OHP (Overhead Projector), merupakan jenis perangkat keras yang sangat sederhana, terdiri atas sebuah kotak dengan bagian atasnya sebagai landasan yang luas untuk meletakkan materi pengajaran. Cahaya yang amat terang dari lampu proyektor amat kuat menyorot dari dalam kotak kemudian dibiaskan oleh sebuah lensa khusus, yaitu lensa fresnel, melewati sebuah tranparan ukuran 20 x 25 cm yang ditempatkan di atas landasan tersebut. Sebuah sistem pemantul cahaya dari cerrnin dan lensa, yang ditempatkan di atas kotak landasan, meng­hasilkan berkas cahaya berbelok 90° melewati bahu pengajar. Cara Pemanfaatan Media OHP yaitu sebagai berikut:[8]
a.       Tata Cara operasional dari OHP:
·         Periksa tegangan sumber listrik dan sesuaikan tegangan pada peralatan.
·         Hubungkan kabel OHP dengan sumber listrik.
·         Tekan tombol ON/OFF ke posisi ON.
·         Letakkan transparansi pada posisi yang benar (diatas stage).
·         `Atur posisi lens head assembly dan posisi OHP itu sendiri untuk menghindarkan energi keystone-effect.
·         Aturlah tombol pengatur fokus, sehingga didapatkan hasil gambar proyeksi yang jelas dan tajam (fokus).
b.      Beberpa Cara/ Teknik Penggunakan OHP
·         Guru dapat menulis langsung di atas lembaran transparansi yang kosong sewaktu menerangkan materi pelajaran. Guru dapat pula menggunakan transparansi yang digulung yang dapat digunakan untuk membuat gambar atau tulisan selengkapnya (teknik tertulis).
·         Dalam menerangkan materi yang disajikan guru dapat menunjukkan dengan menggunakan petunjuk seperti pensil atau barang lainnya. Petunjuk akan dapat dilihat dengan jelas di layar (teknik tunjuk).
·         Guru dapat menutup bagian yang belum diterangkan supaya murid-murid terpusat perhatiannya kepada apa yang sedang dijelaskan (teknik bertahap).
·         Proyektor dapat dimatikan lampunya kalau sekiranya guru menerangkan materi secara verbal, untuk kemudian dihidupkan kembali bila diperlukan (teknik menghidup/ mematikan).
·         Guru dapat menerangkan materi pelajaran secara bertahap dengan jalan menutup bagian yang belum diterangkan. Teknik semacam ini disebut dengan teknik tindih (berlapis).
c.       Bahan-bahan yang perlu disiapkan dalam penggunaan OHP adalah:[9]
·         Plastik transparasi
·         Bila memerlukan warna, siapkan transparansi film berwarna (adhesive colour film).
·         Marking pen yang digunakan adalah marking pen khusus utntuk transparansi.
·         Frame atau pita plastik.
·         Kertas gambar putih untuk membuat blue print.
·         Tranfer letter jika dianggap perlu.
·         Gunting atau pisau potong.
d.      Dalam merencanakan pembuatan transparansi perlu diperhatikan hal-hal berikut:
·         Tema atau outline sesuai dengan topik pengajaran yang telah disusun.
·         Harus ada keserasian bentuk dan tulisan.
·         Ukukan sesuai dengan ketentuan.
·         Tulisan harus cukup besar.
·         Warna tidak terlalu ramai (banyak).
·         Logis dan mudah diterima.
·         Satu ide untuk satu lembar transparan.
·         Susun ide pada kertas biasa sebagai blue print.
·         Tulisan minimal 5 mm, jarak huruf 0,5 huruf. Jarak kata dengan kata minimal 1 huruf, dan jarak baris 0,5 tinggi huruf.
·         Jika perlu dapat dibuat dengan sistem berlapis.

6.      Media LCD
LCD (Liquid Crystal Display) adalah salah satu metode tampilan yang menggunakan panel-panel kristal cair sebagai pembentuk gambar. Proyektor LCD merupakan salah satu jenis proyektor yang digunakan untuk menampilkan video, gambar, atau data dari komputer pada sebuah layar atau sesuatu dengan permukaan datar seperti tembok, dsb. Proyektor jenis ini merupakan jenis yang lebih modern dan merupakan teknologi yang dikembangkan dari jenis sebelumnya dengan fungsi sama yaitu Overhead Projector (OHP) karena pada OHP datanya masih berupa tulisan pada lembaran bening. Ada beberapa cara pemanfaatan media LCD, yaitu sebagai berikut:[10]
a.       Tata Cara Operasional LCD Projector :
·         Sambungkan kabel konektor data dari LCD ke PC / Laptop yang akan digunakan.
·         Tekan tombol ON/OFF untuk menyalakan LCD projector, kemudian tekan tombol ON/STANDBY.
·         Bila LCD Projector tidak automatis mendeteksi INPUT tampilan ( bila dihubungkan dengan LAPTOP/PC) maka perlu diatur secara manual INPUT tampilan yang dikehendaki dengan menekan tombol INPUT di LCD Projector.
·         Atur lensa untuk mengatur fokus dan zooming gambar yang baik (atur sudut kemiringan bila diperlukan, gunakan pengatur kemiringan dibagian kaki depan LCD).
·         Bila telah selesai pemakaian, tekan ombol ON/STANDBY untuk mematikan LCD (untuk tipe tertentu harus menekan tombol ON/STANDBY 2 kali).
·         Tunggu beberapa saat (kipas pendingin masih akan berjalan beberapa saat untuk mendinginkan LCD Projector, indikator FAN tetap akan menyala) hingga posisi STANDBY.
·         Tunggu beberapa saat (kipas pendingin masih akan berjalan beberapa saat untuk mendinginkan LCD Projector, indikator FAN tetap akan menyala) hingga posisi STANDBY.
b.      Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengkoneksikan LCD ke komputer:
·         Jangan membuka chasing proyektor, karena didalamnya ada komponen yang tidak boleh diservice selain service center resmi.
·         Sebelum menggunakan proyektor sebaiknya membaca buku petunjuk penggunaan terlebih dahulu.
·         Jangan melihat secara langsung lensa proyektor saat kondisi hidup, karena akan membahayakan bagi mata.
·         Jangan menganalisis dan menyimpulkan serta melakukan perbaikan sendiri
·         Selalu membuka penutup lensa saat proyektor dalam kondisi hidup.
·         Sebaiknya menggunakan stabilizer atau UPS untuk menghindari kerusakan
·         Jangan menggunakan lampu yang sudah lewat umur pakainya, karena akan meng akibatkan ledakan dan kerusakan bagian lain.
·         Jangan pernah melepas lampu dan semua komponen yang ada saat listrik masih terhubung dengan proyektor
·         Jangan meletakkan proyektor di tempat yang tidak stabil, karena akan jatuh atau rusak.
·         Jangan menutup lubang ventilasi dengan peralatan yang akan menghalangi proses pendinginan.
·         Jangan menggunakan pengatur keystone bagian depan lebih dari 10 derajat dan bagian belakang lebih dari 15 derajat.
·         Jangan meletakkan proyektor dalam posisi vertikal (berdiri).
·         Jangan meletakkan peralatan lain diatas proyektor.
·         Jangan menutup lensa dengan bahan yang mudah terbakar saat proyektor hidup.
·         Jangan meletakkan cairan didekat proyektor maupun listrik.
·         Gunakan celling mount/bracket untuk instalasi diatas plafon.



















BAB III
PENUTUP
A.     Kesimpulan
sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar yang efektif dan efesien dalam usaha pencapaian tujuan instrusional.
Dengan demikian, media pembelajaran adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran.
Ada beberapa aplikasi sumber dan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar yaitu sebagai berikut:
1.      Media Papan Tulis
a.       Biasakan mengawali pelajaran dengan keadaan papan tulis bersih.
b.      Topik pelajaran di bagian atas papan tulis dan biarkan untuk bisa terus dilihat oleh siswa selama mungkin, sampai pelajaran kita berakhir.
c.       Sediakan tempat yang kosong di papan tulis agar kita bisa menuliskan kata-kata kunci.
d.      Untuk beberapa mata pelajaran yang sering kali perlu menuliskan perhitungan, maka kita bisa menuliskannya di bagian sudut papan tulis.
e.       Hindarkan memenuhi papan tulis dengan terlalu banyak coretan, garis, gambar yang bisa membuat siswa bingung.
f.       Selalu berdiri di depan apa yang kita tuliskan di papan tulis, karena hal ini akan menghalangi siswa yang akan mencatat apa yang kita tuliskan.
g.      Hapuslah seluruh kata-kata, gambar, bagan di papan tulis yang memang akan kita hapus agar tidak membuat siswa kebingungan.
h.      Pada saat kita menulis di papan tulis biasakanlah untuk tidak menulis sambil berbicara, kita baru berbicara setelah kita selesai menulis.
2.      Media Audio Visual
a.       Perencanaan secara umum
·         Perencanaan dan kreativitas
·         Mulai dengan Ide
·         Memotivasi, Memberi Informasi atau Mengajarkan Sesuatu
·         Mengembangkan Tujuan
·         Mempertimbamgkan Audience
·         Membuat dan memilih video/film/slide dalam sebuah team
b.      Perencanaan Teknis
·         Mempersiapkan ruangan yang tertutup sehingga cahaya yang masuk tidak terlalu mengganggu pemutaran media.
·         Mempersiapkan software dan hardware yang akan digunakan dalam menunjang proses pembelajaran.
·         Pastikan software (VCD/DVD) yang digunakan dalam menjelaskan materi, sesuai dan cocok untuk disimak oleh siswa.
·         Guru mempersiapkan pertanyaan – pertanyaan yang berkaitan dengan video dan film yang ditampilkan.
·         Sebelum memulai pastikan juga posisi duduk siswa dalam menyimak/menonton Film/video haruslah nyaman, agar siswa tidak ribut dan menyimak dengan baik.
3.      Media Berbasis Komputer
Ada beberapa pemakaian computer dalam media pembelajaran, yaitu sebagai berikut:
d.      Untuk Tujuan Kognitif
e.       Untuk Tujuan Psikomotor
f.       Untuk Tujuan Afektif
4.      Media OHP
Beberpa Cara/ Teknik Penggunakan OHP, yaitu sebagai berikut:
a.       Guru dapat menulis langsung di atas lembaran transparansi yang kosong sewaktu menerangkan materi pelajaran. Guru dapat pula menggunakan transparansi yang digulung yang dapat digunakan untuk membuat gambar atau tulisan selengkapnya (teknik tertulis).
b.      Dalam menerangkan materi yang disajikan guru dapat menunjukkan dengan menggunakan petunjuk seperti pensil atau barang lainnya. Petunjuk akan dapat dilihat dengan jelas di layar (teknik tunjuk).
c.       Guru dapat menutup bagian yang belum diterangkan supaya murid-murid terpusat perhatiannya kepada apa yang sedang dijelaskan (teknik bertahap).
d.      Proyektor dapat dimatikan lampunya kalau sekiranya guru menerangkan materi secara verbal, untuk kemudian dihidupkan kembali bila diperlukan (teknik menghidup/ mematikan).
e.       Guru dapat menerangkan materi pelajaran secara bertahap dengan jalan menutup bagian yang belum diterangkan. Teknik semacam ini disebut dengan teknik tindih (berlapis).
5.      Media LCD
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengkoneksikan LCD ke komputer yaitu:
·         Jangan membuka chasing proyektor, karena didalamnya ada komponen yang tidak boleh diservice selain service center resmi.
·         Sebelum menggunakan proyektor sebaiknya membaca buku petunjuk penggunaan terlebih dahulu.
·         Jangan melihat secara langsung lensa proyektor saat kondisi hidup, karena akan membahayakan bagi mata.
·         Jangan menganalisis dan menyimpulkan serta melakukan perbaikan sendiri
·         Selalu membuka penutup lensa saat proyektor dalam kondisi hidup.
·         Sebaiknya menggunakan stabilizer atau UPS untuk menghindari kerusakan
·         Jangan menggunakan lampu yang sudah lewat umur pakainya, karena akan meng akibatkan ledakan dan kerusakan bagian lain.
·         Jangan pernah melepas lampu dan semua komponen yang ada saat listrik masih terhubung dengan proyektor
·         Jangan meletakkan proyektor di tempat yang tidak stabil, karena akan jatuh atau rusak.
·         Jangan menutup lubang ventilasi dengan peralatan yang akan menghalangi proses pendinginan.
·         Jangan menggunakan pengatur keystone bagian depan lebih dari 10 derajat dan bagian belakang lebih dari 15 derajat.
·         Jangan meletakkan proyektor dalam posisi vertikal (berdiri).
·         Jangan meletakkan peralatan lain diatas proyektor.
·         Jangan menutup lensa dengan bahan yang mudah terbakar saat proyektor hidup.
·         Jangan meletakkan cairan didekat proyektor maupun listrik.
·         Gunakan celling mount/bracket untuk instalasi diatas plafon.

B.     Saran
Kami sadar bahwa dalam penyusunan makalah ini banyak terdapat kekurangan karena keterbatasan saya sebagai manusia biasa, untuk itu kritik dan saran amat kami harapkan demi kesempurnaan kami dalam menyelesaikan tugas-tugas dimasa yang akan datang.






















DAFTAR PUSTAKA
Rohani Ahmad, Medi Instruksional dan Edukatif, Jakrta: Rineka Cipta, 1997
Bahari Djamrah Syaiful  , Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: PT Rineka Cipta, 2010
http://engineer-robi.blogspot.com/2011/10/hubungan-pemanfaatan-media-papan-tulis.html
http://putusutrisna.blogspot.com/2011/04/penerapan-media-audio-visual-untuk.html
Arsyad Azhar, Media Pembelajaran, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 1997
http://sherlygita02.blogspot.com/2010/11/penerapan-media-pembelajaran-berbasis.html
http://yukitamari.blogspot.com/2011/12/presentase-dan-alat-bantu-presentase.html
http://trymarya.blogspot.com/2012/05/media-ohp-dan-lcd.html


[1]               Ahmad Rohani, Medi Instruksional dan Edukatif, (Jakrta: Rineka Cipta, 1997),hlm. 102
[2]               Syaiful  Bahari Djamrah, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2010), hlm. 120
[4]               Ibid.
[5]               http://putusutrisna.blogspot.com/2011/04/penerapan-media-audio-visual-untuk.html, diakses pada tanggal  10 mei 2012
[6]               Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 1997), hlm. 99
[9]               Ibid
[10]             http://trymarya.blogspot.com/2012/05/media-ohp-dan-lcd.html, diakses pada 11 mei 2012

1 komentar:

BONUS DEMOGRAFI

  Bonus Demografi Bonus demografi adalah usia produktif disuatu negara atau usia siap kerja (usia 15 – 64 tahun) lebih banyak daripada u...