BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Sumber Belajar
Sumber belajar yang dipakai dalam dunia pendidikan
adalah suatu system yang terdiri dari sekumpulan bahan atau situasi yang
dikumpulkan secara sengaja dan dan dimaksudkan agar siswa mampu belajar secara
sendiri.
Menurut Ahmad Rohani, sumber belajar (learning
resources) adalah segala macam sumber yang ada di luar diri seseorang (peserta
didik) dan yang memugkinkan (memudahkan) proses terjadinya belajar.[1] yang
rohani. Sumber belajar adalah pengalaman-pengalaman yang ada pada dasrnya
sangat luas, yakni seluas kehidupan yang mencakup segala sesuatu yang dapat
dialami, yang dapat menimbulkan peristiwa belajar. Maksudnya adalah perubahan
tingkah laku kearah yang lebih sesuai dengan tujuanyang telah ditentukan.
Dengan demikian, sumber belajar adalah segala
sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar yang
efektif dan efesien dalam usaha pencapaian tujuan instrusional.
B.
Pengertian
Media Pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa Latin dan merupakan
bentuk jamak dari “medium”, yang secara harfiah berarti “perantara atau
pengantar”. Dengan demikian, media
pembelajaran adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur
pesan guna mencapai tujuan pengajaran.[2]
Dalam proses belajar mengajar kehadiran media
mempunyai arti yang cukup penting. Karena dalam kegiatan tersebut ketidak
jelasan bahan yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai
perantara. Kerumitan bahan yang akan disampaikan kepada anak didik dapat disederhanakan
dengan bantuan media, Media dapat mewakili.
C. Aplikasi Sumber dan
Media Pembelajaran dalam Proses Belajar Mengajar
1.
Media
Papan Tulis
Di
tengah makin banyaknya media pendidikan modern dengan berbagai kecanggihannya,
seperti proyektor, televisi, ataupun komputer, kehadiran, papan tulis tetap
diperlukan. Ruangan kelas tanpa papan tulis pasti akan terasa berbeda sekali,
layaknya sayur tanpa garam yang terasa hambar. Begitu pentingnya keberadaan
papan tulis, sehingga media yang satu ini tetap ada di ruangan-ruangan kelas
sampai sekarang. Sayangnya, sering kali papan tulis yang telah menjadi ikon
dari suatu kelas malah sering dibiarkan begitu saja, tidak kita manfaatkan atau
mungkin kita sering memanfaatkannya namun hanya sekadar untuk kita isi dengan berbagai
coretan-coretan, gambar-gambar, atau kata-kata yang justru malah semakin
membingungkan siswa.
Padahal
papan tulis jika kita tahu cara menggunakannya, akan sangat membantu kegiatan
belajar-mengajar di dalam kelas. Tentunya agar kehadiran papan tulis di ruangan
kelas kita ini tidak sisa-sia, maka kita perlu mempelajari beberapa hal yang
perlu diperhatikan cara menggunakan media papan tulis yang baik, yaitu sebagai
berikut:[3]
a. Papan
tulis diusahakan selalu bersih sebelum dipakai.
b. Tulisan
pada papan tulis hendaknya mudah dibaca.
c. Kapur
tulis dapat diruncingkan atau ditumpulkan sesuai dengan kebutuhan.
d. Tulisan
pada papan tulis hendaknya teratur dan urut, jangan meloncat-loncat agar tidak
membingungkan siswa.
e. Untuk
memberikan penjelsan dalam beberapa hal, gunakan kapur berwarna.
f. Berilah
garis bawah untuk kata-kata atau istilah-istilah yang penting
g. Usahakan
pada waktu menulis sedapat mungkin tulisan yang sedang ditulis langsung dapat
dilihat oleh peserta didik.
Tersedianya
papan tulis dalam ruang kelas belajar sangat membantu guru dalam mengajar.
Namun demikian tidak semua guru menyadari bahwa mengajar dengan papan tulis ada
etikanya. Berikut ini adalah beberapa tips ketika mengajar dengan menggunakan
papan tulis:
a. Ketika
anda sedang menggunakan papan tulis dalam mengajar, jangan berdiri tepat di
depan papan tulis, karena hal itu akan merintangi pandangan anak-anak untuk
melihat apa yang anda tulis di papan tulis. Berdirilah sedemikian rupa sehingga
anda tidak menghalangi pandangan anak-anak.
b. Gunakan
kayu/tongkat penunjuk untuk menunjukkan apa yang anda tulis di papan tulis,
karena itulah cara terbaik agar tubuh anda tidak menghalangi pandangan anak
ketika melihat tulisan di papan tulis.
c. Janganlah
memenuhi papan dengan tulisan. Terlalu banyak tulisan mengakibatkan papan
menjadi tidak menarik dan membingungkan anak-anak. Biarkan sebagian papan
kosong secara proporsional, khususnya bagian bawah papan karena anak-anak yang
duduk di bagian belakang tidak akan mungkin bisa melihat dengan jelas.
d. Perhatikan
agar tulisan anda cukup besar, dengan bentuk huruf yang tegak, sehingga dapat
dibaca jelas. Tidak harus sempurna tetapi yang penting tulisan cukup tebal.
e. Hapuslah
tulisan yang sudah tidak diperlukan. Anak-anak tidak dapat memusatkan perhatian
pada banyaknya tulisan yang bercampur aduk dengan tidak teratur.
f. Jika
anda menulis di “white board” (bukan papan tulis kayu yang berwarna hitam),
dianjurkan anda memakai pena dengan tinta warna gelap (hitam biru tua), karena
akan memberikan kontras yang jelas.
Tentunya
agar kehadiran papan tulis di ruangan kelas kita ini tidak sisa-sia, maka kita
perlu mempelajari beberapa cara menggunakan papan tulis yang baik. Ada beberapa
hal yang bisa kita lakukan untuk mengoptimalkan penggunaan media papan tulis.[4]
a. Biasakan
mengawali pelajaran dengan keadaan papan tulis bersih.
b. Topik
pelajaran di bagian atas papan tulis dan biarkan untuk bisa terus dilihat oleh
siswa selama mungkin, sampai pelajaran kita berakhir.
c. Sediakan tempat yang kosong di papan
tulis agar kita bisa menuliskan kata-kata kunci.
d. Untuk beberapa mata pelajaran yang
sering kali perlu menuliskan perhitungan, maka kita bisa menuliskannya di
bagian sudut papan tulis.
e. Hindarkan memenuhi papan tulis
dengan terlalu banyak coretan, garis, gambar yang bisa membuat siswa bingung.
f. Selalu
berdiri di depan apa yang kita tuliskan di papan tulis, karena hal ini akan
menghalangi siswa yang akan mencatat apa yang kita tuliskan.
g. Hapuslah
seluruh kata-kata, gambar, bagan di papan tulis yang memang akan kita hapus
agar tidak membuat siswa kebingungan.
h. Pada
saat kita menulis di papan tulis biasakanlah untuk tidak menulis sambil
berbicara, kita baru berbicara setelah kita selesai menulis.
2.
Media
Audio Visual
Langkah–langkah dalam penerapan
media audio visual untuk meningkatkan pemahaman dan daya tangkap siswa dalam
menyimak materi pelajaran, yaitu sebagai berikut:[5]
a. Perencanaan secara umum
·
Perencanaan dan kreativitas
Ada
dua hal yang berhubungan dan juga tampak berlawanan dalam pengembangan media.
Yaitu, Pertama menghendaki prosedur perencanaan yang terstruktur yang
membutuhkan pengorganisasian, memperhatikan urutan yang logis, dan integritas
terhadap keutuhan pesan. Kedua menghendaki alur ide dan ekspresi yang bebas dan
tak terstruktur yang dihasilkan oleh berfikir kreatif dan mengacu pada masalah
yang timbul selama pengembangan media berlangsung. Jika kita menghendaki hasil
produksi yang efektif sekaligus menarik, maka kedua pola pengembangan tersebut
kita butuhkan.
·
Mulai dengan Ide
Kita
dapat mulai membuat perencanna dengan ide yang muncul dalam benak kita.Suatu
ide mungkin mengindikasikan minat yang kita miliki, tetapi ide yang lebih
berguna adalah ide yang berhubungan dengan kebutuhan suatu kelompok siswa,
misalnya suatu kelompok lebih membutuhkan keterampilan dari hanya sekedar
pengetehuan dan perubahan sikap.
·
Memotivasi,
Memberi Informasi atau Mengajarkan Sesuatu
Kita
perlu menentukan apakah media yang kita buat bertujuan memotivasi, member
informasi atau mengajarkan sesuatu. Berikut adalah hal-hal yang perlu di
perhatikan untuk mengembangkan media dengan penekanan pada masing-masing aspek:
1. Untuk
memotivasi. Teknik dramatis dan menghibur dapat digunakan. Hasil yang
diinginkan adalah untuk mendorong minat dan menstimuli siswa untuk melakukan
sesuatu. Hal ini melibatkan pencariaan tujuan untuk mempengaruhi sikap, nilai,
dan emosi.
2. Untuk
memberikan informasi. Media pembelajaran lebih banyak digunakan untuk
presentasi sebelum pelajaran dimulai. Isi dan bentuk presentasi bersifat umum,
merupakan pendahuluan, overview, laporan atau latar belakang suatu pengetahuan.
Boleh juga menggunakan teknik dramatisasi, menghibur dan memotivasi untuk
menarik perhatian.
3. Untuk
mengajarkan sesuatu. Selain mempresentasikan informasi keaktifan peserta perlu
dipikirkan sehubungan dengan media yang sedang dipresentasika. Materi
pembelajaran harus didisain lebih sistematis, psikologis dan memperhatikan
prinsip-prinsip belajar dalam rangka mengefektifkan pembelajaran. Akan tetapi
perlu diupayakan agar media tersebut tetap menyenangkan dan memberikan
pengalaman yang mengasyikkan.
·
Mengembangkan
Tujuan
Untuk
merencanakan media pembelajaran yang efektif dan pengalaman belajar lainnya,
haruslah diketahui secara khusus apa yang akan dipelajari. Kegunaan dari
memformulasikan tujuan adalah menyediakan petunjuk yang jelas apa yang harus
dimuat dan ke mana arah dari suatu presentasi. Ada tiga kelompok tujuan
pembelajaran, yaitu:
1. Kognitif-
berhubungan dengan pengetahuan dan informasi.
2. Afektif
– berhubungan dengan sikap, apresiasi dan nilai.
3. Psikomotor
– berhubungan dengan keterampilan.
·
Mempertimbamgkan
Audience
Karakteristik siswa atau audience,
yaitu mereka yang akan melihat, menggunakan dan belajar dari media yang kita
buat, tidak dapat dipisahkan dari perumusan tujuan yang kiya buat.
Karakteristik audience seperti usia, tingkat pendidikan, pengetahuan terhadap
subyek, keterampilan, sikap, konteks budaya, perbedaan individual, kesemuanya
perlu diperhatiakan dalam membuat tujuan dan topik bahasan. Perimbangan tentang
audience ini merupakan hal yang dominan manakala kita mempertimbangkan
kompleksitas ide, topik, kosakata, contoh-contoh dan tingkat partisipasi siawa
yang di harapkan. Karena daya tangkap siswa berbeda – beda ada yang audiktif
(cenderung lebih senang mendengarkan suara) dan ada yang lebih cepat dengan melihat
gambar/tampilan sesuatu.
·
Membuat dan
memilih video/film/slide dalam sebuah team
Mengerjaka
suatu media pembelajaran bersama-sama adalah ide yang sengat baik. Kita dapat
berbagai ide, kreativitas, dan keahlian lainnya sehingga media yang kita buat
akan lebih efektif, kreatif, dan menarik. Misalnya, dalam pembuatan media audio
audio visual, satu kelompok pembuat media dapat terdiri dari ahli disain
gambar, ahli efek suara, ahli materi dan ahli penggabungan film.
b.
Perencanaan
Teknis
Sebelum dapat megguanakan media audio visual dengan baik dan tepat
guna, tentu banyak persiapan yang harus dilakukan diantaranya:
·
Mempersiapkan
ruangan yang tertutup sehingga cahaya yang masuk tidak terlalu mengganggu
pemutaran media.
·
Mempersiapkan
software dan hardware yang akan digunakan dalam menunjang proses pembelajaran.
·
Pastikan
software (VCD/DVD) yang digunakan dalam menjelaskan materi, sesuai dan cocok
untuk disimak oleh siswa.
·
Guru
mempersiapkan pertanyaan – pertanyaan yang berkaitan dengan video dan film yang
ditampilkan.
·
Sebelum
memulai pastikan juga posisi duduk siswa dalam menyimak/menonton Film/video
haruslah nyaman, agar siswa tidak ribut dan menyimak dengan baik.
4.
Media
Berbasis Komputer
Berikut
ada beberapa petunjuk untuk perwajahan teks media berbasis computer adalah
sebagai berikut:[6]
a. Layar/computer
bukanlah halaman, tetapi penayangan yang dinamis yang bergerak berubah dengan
perlahan-lahan
b. Layar
tidak boleh terlalu padat bagi beberapa tayangan, atau mulailah dengan
sederhana dan pelan-pelan, dan tambahkan hingga mencapai tahap kompleksitas
yang diinginkan.
c. Pilihlah
jenis huruf normal, tak berhias, gunakan huruf capital dan huruf kecil, tidak
menggunakan huruf capital semua
d. Gunakan
antara tujuh sampai sepuluh per baris karena lebih mudah membaca kalimat pendek
dari pada kalimat panjang
e. Tidak
memenggal kata pada akhir baris, tidak memulai paragraf pada baris terakhir
dalam satu layar tayangan, tidak mengakhiri paragraf pada baris pertama layar
tayang
f. Jarak
dua spasi disarankan untuk tingkat keterbacaan yang lebih baik.
g. Pilih
karakter huruf tertentu untuk judul dan kata-kata kunci, misalnya:
·
Cetak tebal
·
Garis bawah
·
Cetak mirig
h. Teks
diberi kotak apabila teks itu berada bersama-sama dengan grafik atau
representasi visual lainnya pada layar tayang yang sama
i.
Konsisten dengan
gaya dan format yang dipilih.
Ada
beberapa pemakaian computer dalam media pembelajaran, yaitu sebagai berikut:[7]
a. Untuk Tujuan Kognitif
b. Untuk Tujuan Psikomotor
c. Untuk Tujuan Afektif
Adapun perangkat yang dibutuhkan dalam membuat
pembelajaran berbasis computer yaitu:
a. Perangkat Keras
(Hardware)
b. Perangkat Lunak
(Software)
c. Brainware
5.
Media OHP
OHP (Overhead Projector), merupakan jenis
perangkat keras yang sangat sederhana, terdiri atas sebuah kotak dengan bagian
atasnya sebagai landasan yang luas untuk meletakkan materi pengajaran. Cahaya
yang amat terang dari lampu proyektor amat kuat menyorot dari dalam kotak
kemudian dibiaskan oleh sebuah lensa khusus, yaitu lensa fresnel, melewati
sebuah tranparan ukuran 20 x 25 cm yang ditempatkan di atas landasan tersebut.
Sebuah sistem pemantul cahaya dari cerrnin dan lensa, yang ditempatkan di atas
kotak landasan, menghasilkan berkas cahaya berbelok 90° melewati bahu
pengajar.
Cara
Pemanfaatan Media OHP
yaitu sebagai berikut:[8]
a. Tata Cara operasional dari OHP:
·
Periksa
tegangan sumber listrik dan sesuaikan tegangan pada peralatan.
·
Hubungkan kabel
OHP dengan sumber listrik.
·
Tekan tombol
ON/OFF ke posisi ON.
·
Letakkan
transparansi pada posisi yang benar (diatas stage).
·
`Atur posisi lens head assembly dan posisi OHP itu sendiri
untuk menghindarkan energi keystone-effect.
·
Aturlah tombol
pengatur fokus, sehingga didapatkan hasil gambar proyeksi yang jelas dan tajam
(fokus).
b. Beberpa Cara/ Teknik Penggunakan OHP
·
Guru dapat
menulis langsung di atas lembaran transparansi yang kosong sewaktu menerangkan
materi pelajaran. Guru dapat pula menggunakan transparansi yang digulung yang
dapat digunakan untuk membuat gambar atau tulisan selengkapnya (teknik
tertulis).
·
Dalam
menerangkan materi yang disajikan guru dapat menunjukkan dengan menggunakan petunjuk
seperti pensil atau barang lainnya. Petunjuk akan dapat dilihat dengan jelas di
layar (teknik tunjuk).
·
Guru dapat
menutup bagian yang belum diterangkan supaya murid-murid terpusat perhatiannya
kepada apa yang sedang dijelaskan (teknik bertahap).
·
Proyektor dapat
dimatikan lampunya kalau sekiranya guru menerangkan materi secara verbal, untuk
kemudian dihidupkan kembali bila diperlukan (teknik menghidup/ mematikan).
·
Guru dapat
menerangkan materi pelajaran secara bertahap dengan jalan menutup bagian yang
belum diterangkan. Teknik semacam ini disebut dengan teknik tindih (berlapis).
c. Bahan-bahan yang perlu disiapkan dalam penggunaan OHP
adalah:[9]
·
Plastik
transparasi
·
Bila memerlukan
warna, siapkan transparansi film berwarna (adhesive colour film).
·
Marking pen
yang digunakan adalah marking pen khusus utntuk transparansi.
·
Frame atau pita
plastik.
·
Kertas gambar
putih untuk membuat blue print.
·
Tranfer letter
jika dianggap perlu.
·
Gunting atau
pisau potong.
d. Dalam merencanakan pembuatan transparansi perlu
diperhatikan hal-hal berikut:
·
Tema atau
outline sesuai dengan topik pengajaran yang telah disusun.
·
Harus ada
keserasian bentuk dan tulisan.
·
Ukukan sesuai
dengan ketentuan.
·
Tulisan harus
cukup besar.
·
Warna tidak
terlalu ramai (banyak).
·
Logis dan mudah
diterima.
·
Satu ide untuk
satu lembar transparan.
·
Susun ide pada
kertas biasa sebagai blue print.
·
Tulisan minimal
5 mm, jarak huruf 0,5 huruf. Jarak kata dengan kata minimal 1 huruf, dan jarak
baris 0,5 tinggi huruf.
·
Jika perlu
dapat dibuat dengan sistem berlapis.
6.
Media LCD
LCD (Liquid
Crystal Display) adalah salah satu metode tampilan yang menggunakan
panel-panel kristal cair sebagai pembentuk gambar. Proyektor LCD merupakan salah satu jenis proyektor yang
digunakan untuk menampilkan video, gambar, atau data dari komputer pada sebuah
layar atau sesuatu dengan permukaan datar seperti tembok, dsb. Proyektor jenis
ini merupakan jenis yang lebih modern dan merupakan teknologi yang dikembangkan
dari jenis sebelumnya dengan fungsi sama yaitu Overhead Projector (OHP) karena
pada OHP datanya masih berupa tulisan pada lembaran bening. Ada beberapa cara pemanfaatan media LCD, yaitu sebagai berikut:[10]
a. Tata Cara Operasional LCD Projector :
·
Sambungkan
kabel konektor data dari LCD ke PC / Laptop yang akan digunakan.
·
Tekan tombol ON/OFF
untuk menyalakan LCD projector, kemudian tekan tombol ON/STANDBY.
·
Bila LCD
Projector tidak automatis mendeteksi INPUT tampilan ( bila dihubungkan dengan
LAPTOP/PC) maka perlu diatur secara manual INPUT tampilan yang dikehendaki
dengan menekan tombol INPUT di LCD Projector.
·
Atur lensa
untuk mengatur fokus dan zooming gambar yang baik (atur sudut kemiringan bila
diperlukan, gunakan pengatur kemiringan dibagian kaki depan LCD).
·
Bila telah
selesai pemakaian, tekan ombol ON/STANDBY untuk mematikan LCD (untuk tipe
tertentu harus menekan tombol ON/STANDBY 2 kali).
·
Tunggu beberapa
saat (kipas pendingin masih akan berjalan beberapa saat untuk mendinginkan LCD
Projector, indikator FAN tetap akan menyala) hingga posisi STANDBY.
·
Tunggu beberapa
saat (kipas pendingin masih akan berjalan beberapa saat untuk mendinginkan LCD
Projector, indikator FAN tetap akan menyala) hingga posisi STANDBY.
b. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengkoneksikan LCD
ke komputer:
·
Jangan membuka
chasing proyektor, karena didalamnya ada komponen yang tidak boleh diservice
selain service center resmi.
·
Sebelum
menggunakan proyektor sebaiknya membaca buku petunjuk penggunaan terlebih
dahulu.
·
Jangan melihat
secara langsung lensa proyektor saat kondisi hidup, karena akan membahayakan
bagi mata.
·
Jangan
menganalisis dan menyimpulkan serta melakukan perbaikan sendiri
·
Selalu membuka
penutup lensa saat proyektor dalam kondisi hidup.
·
Sebaiknya
menggunakan stabilizer atau UPS untuk menghindari kerusakan
·
Jangan
menggunakan lampu yang sudah lewat umur pakainya, karena akan meng akibatkan
ledakan dan kerusakan bagian lain.
·
Jangan pernah
melepas lampu dan semua komponen yang ada saat listrik masih terhubung dengan
proyektor
·
Jangan
meletakkan proyektor di tempat yang tidak stabil, karena akan jatuh atau rusak.
·
Jangan menutup
lubang ventilasi dengan peralatan yang akan menghalangi proses pendinginan.
·
Jangan
menggunakan pengatur keystone bagian depan lebih dari 10 derajat dan bagian
belakang lebih dari 15 derajat.
·
Jangan
meletakkan proyektor dalam posisi vertikal (berdiri).
·
Jangan
meletakkan peralatan lain diatas proyektor.
·
Jangan menutup
lensa dengan bahan yang mudah terbakar saat proyektor hidup.
·
Jangan
meletakkan cairan didekat proyektor maupun listrik.
·
Gunakan celling
mount/bracket untuk instalasi diatas plafon.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat
dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar yang efektif dan efesien
dalam usaha pencapaian tujuan instrusional.
Dengan demikian, media pembelajaran adalah alat
bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan
pengajaran.
Ada
beberapa aplikasi sumber dan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar
yaitu sebagai berikut:
1. Media
Papan Tulis
a. Biasakan
mengawali pelajaran dengan keadaan papan tulis bersih.
b. Topik
pelajaran di bagian atas papan tulis dan biarkan untuk bisa terus dilihat oleh
siswa selama mungkin, sampai pelajaran kita berakhir.
c. Sediakan tempat yang kosong di papan
tulis agar kita bisa menuliskan kata-kata kunci.
d. Untuk beberapa mata pelajaran yang
sering kali perlu menuliskan perhitungan, maka kita bisa menuliskannya di
bagian sudut papan tulis.
e. Hindarkan memenuhi papan tulis
dengan terlalu banyak coretan, garis, gambar yang bisa membuat siswa bingung.
f. Selalu
berdiri di depan apa yang kita tuliskan di papan tulis, karena hal ini akan
menghalangi siswa yang akan mencatat apa yang kita tuliskan.
g. Hapuslah
seluruh kata-kata, gambar, bagan di papan tulis yang memang akan kita hapus
agar tidak membuat siswa kebingungan.
h. Pada
saat kita menulis di papan tulis biasakanlah untuk tidak menulis sambil
berbicara, kita baru berbicara setelah kita selesai menulis.
2. Media
Audio Visual
a. Perencanaan secara umum
·
Perencanaan dan kreativitas
·
Mulai dengan Ide
·
Memotivasi,
Memberi Informasi atau Mengajarkan Sesuatu
·
Mengembangkan
Tujuan
·
Mempertimbamgkan
Audience
·
Membuat dan
memilih video/film/slide dalam sebuah team
b. Perencanaan
Teknis
·
Mempersiapkan
ruangan yang tertutup sehingga cahaya yang masuk tidak terlalu mengganggu
pemutaran media.
·
Mempersiapkan
software dan hardware yang akan digunakan dalam menunjang proses pembelajaran.
·
Pastikan
software (VCD/DVD) yang digunakan dalam menjelaskan materi, sesuai dan cocok
untuk disimak oleh siswa.
·
Guru
mempersiapkan pertanyaan – pertanyaan yang berkaitan dengan video dan film yang
ditampilkan.
·
Sebelum memulai
pastikan juga posisi duduk siswa dalam menyimak/menonton Film/video haruslah
nyaman, agar siswa tidak ribut dan menyimak dengan baik.
3. Media
Berbasis Komputer
Ada
beberapa pemakaian computer dalam media pembelajaran, yaitu sebagai berikut:
d. Untuk Tujuan Kognitif
e. Untuk Tujuan Psikomotor
f. Untuk Tujuan Afektif
4. Media OHP
Beberpa Cara/
Teknik Penggunakan OHP,
yaitu sebagai berikut:
a. Guru dapat menulis langsung di atas lembaran transparansi
yang kosong sewaktu menerangkan materi pelajaran. Guru dapat pula menggunakan
transparansi yang digulung yang dapat digunakan untuk membuat gambar atau
tulisan selengkapnya (teknik tertulis).
b. Dalam menerangkan materi yang disajikan guru dapat
menunjukkan dengan menggunakan petunjuk seperti pensil atau barang lainnya.
Petunjuk akan dapat dilihat dengan jelas di layar (teknik tunjuk).
c. Guru dapat menutup bagian yang belum diterangkan supaya
murid-murid terpusat perhatiannya kepada apa yang sedang dijelaskan (teknik
bertahap).
d. Proyektor dapat dimatikan lampunya kalau sekiranya guru
menerangkan materi secara verbal, untuk kemudian dihidupkan kembali bila
diperlukan (teknik menghidup/ mematikan).
e. Guru dapat menerangkan materi pelajaran secara bertahap
dengan jalan menutup bagian yang belum diterangkan. Teknik semacam ini disebut
dengan teknik tindih (berlapis).
5. Media
LCD
Hal-hal yang
perlu diperhatikan dalam mengkoneksikan LCD ke komputer yaitu:
·
Jangan membuka
chasing proyektor, karena didalamnya ada komponen yang tidak boleh diservice
selain service center resmi.
·
Sebelum
menggunakan proyektor sebaiknya membaca buku petunjuk penggunaan terlebih
dahulu.
·
Jangan melihat
secara langsung lensa proyektor saat kondisi hidup, karena akan membahayakan bagi
mata.
·
Jangan
menganalisis dan menyimpulkan serta melakukan perbaikan sendiri
·
Selalu membuka
penutup lensa saat proyektor dalam kondisi hidup.
·
Sebaiknya
menggunakan stabilizer atau UPS untuk menghindari kerusakan
·
Jangan
menggunakan lampu yang sudah lewat umur pakainya, karena akan meng akibatkan
ledakan dan kerusakan bagian lain.
·
Jangan pernah
melepas lampu dan semua komponen yang ada saat listrik masih terhubung dengan
proyektor
·
Jangan
meletakkan proyektor di tempat yang tidak stabil, karena akan jatuh atau rusak.
·
Jangan menutup
lubang ventilasi dengan peralatan yang akan menghalangi proses pendinginan.
·
Jangan
menggunakan pengatur keystone bagian depan lebih dari 10 derajat dan bagian
belakang lebih dari 15 derajat.
·
Jangan
meletakkan proyektor dalam posisi vertikal (berdiri).
·
Jangan
meletakkan peralatan lain diatas proyektor.
·
Jangan menutup
lensa dengan bahan yang mudah terbakar saat proyektor hidup.
·
Jangan
meletakkan cairan didekat proyektor maupun listrik.
·
Gunakan celling
mount/bracket untuk instalasi diatas plafon.
B.
Saran
Kami sadar bahwa dalam penyusunan makalah ini banyak terdapat kekurangan karena keterbatasan saya sebagai manusia biasa, untuk itu kritik dan saran
amat kami harapkan demi kesempurnaan kami dalam menyelesaikan tugas-tugas
dimasa yang akan datang.
DAFTAR
PUSTAKA
Rohani Ahmad, Medi Instruksional dan Edukatif, Jakrta: Rineka Cipta, 1997
Bahari Djamrah Syaiful , Strategi
Belajar Mengajar, Jakarta: PT Rineka Cipta, 2010
http://engineer-robi.blogspot.com/2011/10/hubungan-pemanfaatan-media-papan-tulis.html
http://putusutrisna.blogspot.com/2011/04/penerapan-media-audio-visual-untuk.html
Arsyad Azhar, Media Pembelajaran, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 1997
http://sherlygita02.blogspot.com/2010/11/penerapan-media-pembelajaran-berbasis.html
http://yukitamari.blogspot.com/2011/12/presentase-dan-alat-bantu-presentase.html
http://trymarya.blogspot.com/2012/05/media-ohp-dan-lcd.html
[1] Ahmad
Rohani, Medi Instruksional dan Edukatif,
(Jakrta: Rineka Cipta, 1997),hlm. 102
[2] Syaiful Bahari Djamrah, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2010), hlm.
120
[3] http://engineer-robi.blogspot.com/2011/10/hubungan-pemanfaatan-media-papan-tulis.html, diakses pada 8 mei 2012
[4] Ibid.
[5]
http://putusutrisna.blogspot.com/2011/04/penerapan-media-audio-visual-untuk.html, diakses pada tanggal 10 mei 2012
[6] Azhar
Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta:
PT RajaGrafindo Persada, 1997), hlm. 99
[7] http://sherlygita02.blogspot.com/2010/11/penerapan-media-pembelajaran-berbasis.html, diakses pada 10 mei 2012
[8] http://yukitamari.blogspot.com/2011/12/presentase-dan-alat-bantu-presentase.html,
diakses pada 10 mei 2012
[9] Ibid
guru kreatif, dengan media belajar efektif
BalasHapus